Mahasiswa dan Seminar Wajib Mata Kuliah

Browse By

Dalam menghadapi era bisnis yang baru di ASEAN, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) mengadakan seminar pada 16 Januari 2013 pukul 10.00 WIB dengan tema “Peran Perbankan dan Sektor Bisnis Dalam Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”.

Seminar yang dipanitiai oleh dosen dan mahasiswa Program Studi (Progdi) Ilmu Ekonomi FEB ini, mengundang Dr. Joni Swastanto, SE, M.Sc selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V (Jawa Tengah & DIY); Akademisi Roos Kities Andadari, Ph.D; juga Rudy Setiawan pemilik CV. Coco Prima Jaya untuk menjadi pembicara. Selain itu, Yulius Pratomo, SE, MIDEC, dosen Makro Ekonomi FEB sebagai moderator dan ketua pelaksana seminar.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa mahasiswa FEB untuk ikut serta dalam seminar yang bertempat di Balairung Utama (BU) Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Salah satunya adalah Amy, mahasiswa FEB angkatan 2012 mengatakan, “saya tertarik dengan seminar ini ketika melihat bahwa Kepala Kantor Bank Indonesia akan menjadi pembicara. Saya juga tertarik dengan pengalaman bisnis yang disampaikan pak Rudy.”

Meski begitu, menurut keterangan Natalia, panitia penjaga loket seminar FEB, ada saja mahasiswa yang mengeluh terpaksa mendaftarkan diri karena diwajibkan oleh mata kuliah yang diambilnya.

Roos Kities Andadari, Ph.D, pembicara sekaligus dosen mata kuliah Ekonomi Internasional FEB mengatakan, “pastinya alasan mereka terpaksa adalah karena adanya daftar hadir atau semacamnya. Tapi bagaimanapun ketika ada di dalam ruangan dia juga akan terpaksa mendengarkan. Tidak masalah, mahasiswa memang seperti itu. Diminta baca sendiri juga tidak melakukan.”

Di pihak yang sama, Kepala Progdi Ilmu Ekonomi sekaligus dosen Mikro Ekonomi FEB, Dr. Gatot Sasongko, SE, MS, juga menegaskan bahwa seseorang belajar tidak hanya belajar teori, butuh praktik. Dan seminar inilah tempatnya.

“Di kelas, saya mengajar teori mikro tentang pelaku ekonomi, tentu praktiknya sedikit. Sedangkan dengan seminar ini, mereka bisa menghubungkan teori yang mereka dapat dengan apa yang pembicara sampaikan. Ini sangat bermanfaat bagi mereka,” ujar Gatot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *