Ruby Sparks-She’s Out of his Mind

Browse By

Pernah dengar Pygmalion Effect? Belum ya? Baca terus yuk….

Pygmalion Effect adalah sebuah fenomena di mana ketika seseorang berharap lebih terhadap orang lain, kemudian orang yang diharapkan tersebut dapat melakukan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan (http://en.wikipedia.org/wiki/Pygmalion_effect). Tapi bila dilihat dari asal mulanya, Pygmalion Effect adalah sebuah dongeng Yunani.

Alkisah, Pygmalion merupakan nama seorang pemahat yang terkenal dengan hati dan sifatnya yang baik, positive thinking, dan selalu bersyukur terhadap hal yang terjadi padanya dan lingkungannya. Intinya, Pygmalion bukanlah orang yang suka mengeluh.

Suatu ketika, Pygmalion memahat sebuah patung perempuan. Konon, patung itu merupakan satu patung yang sangat indah dan sempurna. Karena itulah, Pygmalion jatuh cinta pada patung pahatannya sendiri. Dipakaikannya perhiasan dan pakaian maha indah, dirawatnya patung itu dan diperlakukan seperti manusia.

Orang Yunani terkenal dengan pemujaannya terhadap banyak dewa dewi. Salah satunya Aphrodite, Dewi Cinta dan Kecantikan. Tak tahan dengan cintanya, Pygmalion pergi ke kuil Aphrodite untuk memohon seorang pasangan hidup yang seindah dan sesempurna patung pahatannya.
Ajaib! Setelah pergi memohon pada Aphrodite, saat Pygmalion mencium patungnya, dia dapat merasakan panas tubuh patungnya! She’s alive!

Dalam dongeng Yunani, disebutkan bahwa karena kebaikan hati dan sifat Pygmalion, sebagai balasannya dewa dewi mengabulkan apa yang menjadi permintaan Pygmalion. Maka menikahlah Pygmalion dengan patungnya, dan konon (lagi) patung hidup itu adalah perempuan tercantik di Yunani kala itu.

Year 2000’s, Pygmalion is a novelist

Ruby Sparks merupakan sebuah film indie yang release pertengahan tahun 2012. Disutradari oleh Jonathan Dayton dan Valerie Faris (Little Miss Sunshine), ditulis oleh Zoe Kazan. Tagline-nya keren; She’s Out of His Mind, bercerita tentang Calvin Weir-Fields (Paul Dano), seorang penulis novel yang mengalami “Pygmalion Effect”.

images

Calvin terbiasa datang ke seorang psikiater, Dr. Rosenthal untuk mendiskusikan tentang karir dan hidupnya, yang memberinya saran untuk memelihara seekor anjing, Scoty, sebagai teman baik untuk Calvin. Calvin diceritakan sebagai sesosok pria yangmemiliki sifat tertutup. Ia tidak banyak memiliki teman bicara, hanya Dr. Rosenthal, Hary sang Kakak, seseorang yang berpengaruh dalam karirnya Langdon Tharp, dan nantinya tokoh yang dia ciptakan dari pikirannya; Ruby Sparks (Zoe Kazan).

Dalam tidurnya, Calvin bermimpi melihat siluet perempuan yang membuat dirinya jatuh cinta dan menjadi inspirasi di buku yang sedang ia tulis. “Tell me about her!” pinta psikiaternya. “Ruby Sparks 26 tahun, dibesarkan di Ohio. Artis kesukaannya Handy Bogar dan John Lenon. Dia menangis ketika dia tahu mereka sudah meninggal. Dia dikeluarkan dari sekolah karena tidur dengan guru seni-nya, mungkin guru Spanyol, belum kuputuskan. Dia tidak bisa mengemudi dan menggunakan komputer. Dia benci nama tengahnya; Tiffany. Dia selalu menjadi kejutan. Dia membingungkan, itu yang membuatku menyukainya,” cerita Calvin.

“Kamu benar-benar bukan tipeku,” kata-kata Ruby yang dibayangkan Calvin dan ditulisnya, “Aku tidak tidak tahu, saya kira saya mencarimu untuk membawaku pergi,” lanjutnya. “Pertama kali melihatmu aku berpikir; lihatlah anak itu saya akan mencintainya selama-lama-lama-lamanya.”

Di satu pagi saat Calvin hendak pergi, di dapur rumahnya, dia melihat dan mendengar seorang perempuan yang sangat mirip dengan Ruby Sparks berkata, “I miss you in the bad last night”. Tentu hal ini membuat Calvin kaget. Ditelponnya Hary yang sedang meeting, “Ingat ketika Ayah bilang kalau saya memiliki khayalan yang nyata?” kata Calvin. “Apakah kau bilang Ruby ada di rumahmu?” kata Hary.

Saat dinner, Hary akhirnya bertemu dengan Ruby di rumah Calvin, “Saya kira seseorang melakukan sesuatu yang hebat untuk menghasilkan perempuan yang baik,” kata Hary saat ketiganya sedang mengobrol. “Ini sangat gila kau menciptakan seorang perempuan dengan pikiranmu!” kata Hary ketika berdua dengan Calvin.

Dijelaskan dalam film, Calvin adalah seseorang yang sangat jarang mengeluh seperti mitos tentang tokoh Pygmalion. Saat Hary berkata bahwa Calvin sangat menyedihkan karena hanya bisa bicara dengan Ruby dalam mimpi, Calvin mengatakan yang sebaliknya, “Tidak, sebenarnya ini menyenangkan”. Dan masih banyak lagi sikap baik Calvin sebelum akhirnya bertemu dengan Ruby yang menyebabkan sikap posesif dan egoisnya nampak.
Selain dibintangi oleh pemain-pemain muda berbakat seperti Paul Dano dan Zoe Kazan, Antonio Banderaz dan Annette Bening pun ikut meramaikan film ini sebagai orang tua rock ‘n roll bagi Calvin dan Hary.

Aku telah menyaksikan keajaiban yang langka. Setiap penulis bisa membuktikan, di negara paling beruntung dan bahagia. Bahwa kata-kata tidak datang dari Anda, tapi melalui Anda. Aku hanya beruntung ada di sana dan menangkapnya.” – Calvin Weir-Fields.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *