SWCU Goes to Thailand

Browse By

Sebanyak 53 delegasi dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga berangkat ke Thailand untuk melakukan studi banding yang telah berakhir pada 27 Mei lalu. Lima puluh tiga delegasi ini terdiri dari 48 mahasiswa utusan dari 12 fakultas yang berbeda di UKSW, 3 orang Koordinator Bidang Kemahasiswaan dari 3 fakultas (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis), 1 utusan dari Biro Kemahasiswaan Universitas, dan 1 orang Pembantu Rektor dari Bidang Kemahasiswaan (PR III). “Ini adalah pertama kalinya Senat Mahasiswa Universitas UKSW mengirimkan delegasinya ke luar negeri, khususnya ke Thailand dengan jumlah banyak bila dibandingkan dengan program pendelegasian yang pernah dilakukan sebelumnya,” kata Kepala Departemen Eksternal SMU UKSW, Floreando Kilanta Meliala.

Group photos taken before lunch and Campus Tour (Taken by:Dylan Pieter Leatemia)

Group photos taken before lunch and Campus Tour (Taken by:Dylan Pieter Leatemia)

Sebagai perbandingan, delegasi dari UKSW dikirim untuk mengunjungi dua anggota Asosiasi Universitas Kristen dan Perguruan Tinggi di Asia (ACCUCA); Assumption University dan Christian University of Thailand (CTU). Studi perbandingan itu didasarkan pada sistem pendidikan, sistem belajar mengajar, dan studi tentang perkembangan atau pembangunan dari kedua universitas tersebut. Sebagai pertanggungjawaban dari perjalanan yang telah dilakukan, sebuah laporan studi banding akan diserahkan kepada Rektor UKSW.

Hari Pertama

Delegasi dari UKSW tiba di Bandar Udara Suvarnabhumi pukul 04.00 sore waktu Bangkok. Sayangnya, kunjungan ke Assumption University harus dibatalkan karena kemacetan yang terjadi ketika perjalanan dari Salatiga menuju Jakarta menyebabkan para delegasi terlambat datang tepat waktu untuk melakukan penerbangan ke Bangkok sesuai yang telah dijadwalkan pagi hari tanggal 28 Mei.

Tiba di Bangkok, tour agent yang telah disewa memberikan kewenangan pada salah satu agen wisata kota yang ada di Thailand untuk menjadi tour guide selama berkegiatan di Thailand. Setelah itu, para delegasi dibawa ke Royal Lapidary, sebuah toko perhiasan. Sebenarnya objek ini tidak ada dalam jadwal tour kami, namun para wisatawan yang menyewa jasa agen tour wisata kota di Bangkok diwajibkan untuk berkunjung ke Royal Lapidary. Konsekunsinya, bila para wisatawan tidak berkunjung ke satu tempat ini, agen tur wisata kota tersebut akan dikenakan charge sebesar 3000 Baht (per Juni 2013, setara dengan Rp 1.050.000,00).

Kemudian, malam harinya, para delegasi makan malam di sebuah restoran lokal yang ada di Bangkok. Sesudah itu, para delegasi dibawa ke Asiatique sebentar untuk berbelanja kerajinan tangan khas Thailand, sebelum diantarkan ke asrama Christian University of Thailand (CTU), yang berada di Provinsi Nakhon Pathom, 31 mil di bagian barat Bangkok. Setelah 5 jam perjalanan, para delegasi tiba di asrama larut malam dan mendapat sambutan dari beberapa mahasiswa CTU. Para delegasi singgah semalam dan mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan staff CTU di pagi harinya.

Hari Kedua

Hari kedua di Thailand, delegasi dari UKSW sarapan bersama dengan para mahasiswa dari CTU. Setelah sarapan, agenda berikutnya adalah bertukar informasi tentang sistem pendidikan, sistem belajar mengajar, dan studi tentang perkembangan atau pembangunan yang direrapkan di CTU.

Di samping kegiatan sharing dengan CTU tentang beberapa hal di atas, delegasi dari UKSW dan CTU saling mempertunjukkan keunikan budaya dari masing-masing negara asalnya. Delegasi dari UKSW mempertunjukkan tarian tradisional dari Sulawesi Utara yaitu Poco-Poco. Sementara CTU menampilkan tarian tradisional dari Thailand. Baik delegasi dari UKSW maupun perwakilan dari CTU diberi kesempatan untuk joint dalam tarian yang sedang dipertontonkan. Setelah mempertontonkan kebudayaan dari masing-masing negara, perwakilan dari kedua universitas ini bertukar cinderamata dan berfoto bersama.

Picture 1-3. Exchanging souvenirs from SWCU and CTU; Picture 4-5. Souvenirs were given to 2 representatives of SWCU Students Affairs Coordinators.; Picture 6. Winang Pranandana as General Chairperson of Students House of Representatives gave a souvenir to the President of CTU Student Council. ; Picture 7. Albert Joshua Putra Maliogha, as General Chairperson of Students Senate gave a souvenir to the Vice President of CTU Student Council.; Picture 8. The certificate of Study Visit was given by CTU to the SWCU students represented by 2 delegates. (Taken by: Dylan Pieter Leatemia)

Picture 1-3. Exchanging souvenirs from SWCU and CTU; Picture 4-5. Souvenirs were given to 2 representatives of SWCU Students Affairs Coordinators.; Picture 6. Winang Pranandana as General Chairperson of Students House of Representatives gave a souvenir to the President of CTU Student Council. ; Picture 7. Albert Joshua Putra Maliogha, as General Chairperson of Students Senate gave a souvenir to the Vice President of CTU Student Council.; Picture 8. The certificate of Study Visit was given by CTU to the SWCU students represented by 2 delegates. (Taken by: Dylan Pieter Leatemia)

Hari Ketiga

Pada hari berikutnya, delegasi dari UKSW meneruskan kunjungannya ke Humanitarian Affairs, sebuah LSM internasional yang berpusat di London, Inggris, yang memfokuskan kegiatannya untuk membantu orang-orang yang terkena bencana alam dan fakir miskin. Salah satu kantor cabang Humanitarian Affairs berada di Pattaya, Bangkok, Thailand.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan apa yang sebenarnya dikerjakan oleh Humanitarian Affairs, mengingat pada 1-7 Agustus 2012 dua orang delegasi dari UKSW telah dikirim ke Bali untuk mengikuti simposium yang diadakan oleh Humanitarian Affairs. Delegasi yang dikirim kala itu adalah Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU), Winang Pranandana dan Albert Joshua Putra Maliogha, Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) UKSW.

Dalam kunjungan para delegasi UKSW kala itu, Humanitarian Affairs memberikan materi singkat tentang kegiatan mereka, dan dua video tentang simposium yang diadakan oleh Humanitarian Affairs selama dua tahun terakhir. Dan agenda berikutnya, para delegasi makan malam di Pa Ka Kung restoran yang terletak di tepi pantai Pattaya.

Kegiatan para delegasi setelah makan malam adalah kembali ke Bangkok dan check-in di sebuah hotel yang berdekatan dengan Bandar Udara. Lalu pagi harinya, para delegasi harus meninggalkan Bangkok untuk melakukan penerbangan kembali menuju Indonesia. Untuk menuju Indonesia, para delegasi dibagi dalam dua kelompok besar; grup yang pertama mengikuti penerbangan dari Bangkok, transit di Singapore lalu kemudian tiba di Indonesia, sementara kelompok yang kedua mengikuti penerbangan langsung menuju Indonesia.

Kelompok yang pertama berangkat menuju Indonesia dari Bangkok pukul 05.00 pagi waktu Bangkok, sementara kelompok yang kedua berangkat pukul 09.00 pagi waktu Bangkok. Kedua kelompok kemudian berkumpul untuk melanjutkan perjalanan menuju Salatiga naik bus, dan akhirnya, para delegasi tiba di kampus UKSW Salatiga tanggal 31 Mei, pukul 17.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *