Kuliah Umum MIH Hadirkan Ketua MK

Browse By

Dalam rangka memperkaya dan mempertajam pemikiran mahasiswa dalam bidang hukum, Magister Ilmu Hukum (MIH) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menyelenggarakan Kuliah Umum bertemakan “Penciptaan Norma-Norma Baru Melalui Putusan Mahkamah Konstitusi”, Jumat (20/9/13) di Balairung UKSW.

Hadir sebagai pembicara dalam Kuliah Umum tersebut, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr. H. M. Akil Mochtar, S.H., M.H., serta Umbu Rauta S.H., M.H., dosen Fakultas Hukum (FH) UKSW sebagai moderator. Selain diikuti oleh mahasiswa Strata 1 FH dan Pascasarjana FH UKSW, Kuliah Umum ini juga diikuti oleh mahasiswa fakultas lain yang mengambil mata kuliah Kewarganegaraan.

Para tamu dan peserta saat mengawali Kuliah Umum dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kuliah Umum yang diselenggarakan tanggal 20 September 2013 ini bertemakan "Norma-Norma Melalui Putusan Mahkamah Konstitusi" dengan pembicara Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. H. M. Akil Mochtar, S.H., M.H.

Para tamu dan peserta saat mengawali Kuliah Umum dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kuliah Umum yang diselenggarakan tanggal 20 September 2013 ini bertemakan “Norma-Norma Melalui Putusan Mahkamah Konstitusi” dengan pembicara Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. H. M. Akil Mochtar, S.H., M.H.

Dalam ceramahnya di seminar tersebut, Akil Mochtar mengatakan dalam konteks menciptakan norma baru melalui putusan MK, MK melakukan sekurang-kurangnya dua cara. Pertama; Dalam putusan MK, MK menyatakan suatu frasa bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan dinyatakan tidak lagi memiliki kekuatan hukum mengikat. Kedua; Melalui putusan yang menyatakan suatu ketentuan Undang-Undang konstitusional bersyarat atau tidak konstitusional bersyarat.

Selain untuk membekali pengetahuan mahasiswa tentang MK, Kuliah Umum ini juga bertujuan untuk memberikan inspirasi judul karya tulis kepada mahasiswa. “Secara praktis setiap keputusan MK itu bisa dijadikan topik penulisan. Jadi sebenarnya ada banyak cara untuk mempercepat studi mereka. Keputusan MK itu kaya sekali dengan tulisan-tulisan yang bisa dijadikan ide untuk menulis,” ujar Dekan Fakultas Hukum UKSW, Krisna Djaja Darumurti, S.H., M.H.

Sebelum meninggalkan kampus, Akil Mochtar berpesan pada mahasiswa UKSW, “Rajin-rajin belajar aja, kalau demo jangan sering-sering, sekali-kali boleh,” candanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *