Kostum Ber-isu Pawai OMB 2013

Browse By

Sabtu (21/9), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali mengadakan Pawai OMB yang diikuti oleh 1500 peserta yang terdiri dari 500 peserta barisan marching blek yang semuanya adalah mahasiswa baru (maba) UKSW, barisan kostum, serta sejumlah kelompok seni masyarakat Salatiga seperti; Topeng Ireng dari Ngablak, Barongsai dan Drum Blek Gareng Ngaglik. Pawai OMB yang diselenggarakan Sabtu siang ini diikuti dengan Welcome Party pada malam harinya, dimana para maba dihibur dengan penampilan band Geisha.

Mengangkat tema “Creative Minority In A Global Society”, pembukaan Pawai OMB dilakukan di gerbang depan kampus UKSW, yang dibuka secara resmi oleh Rektor UKSW, Pdt. John A. Titaley, Th.D. bersama Walikota Salatiga, H. Yulianto SE, MM. Peresmian pembukaan Pawai OMB dibuka secara simbolik dengan penyerahan tongkat mayoret kepada salah satu Mayoret pemimpin barisan marching blek.

Yang berbeda dari Pawai OMB tahun ini adalah adanya barisan kostum yang diikuti oleh lebih dari 850 maba yang melambangkan sejumlah isu, diantaranya isu seputar pendidikan, teknologi, lingkungan hidup, budaya, narkoba dan korupsi yang terbagi dalam tiga kelompok barisan.

“Pawai tahun ini cukup menarik antusiasme warga Kota Salatiga, meski tak semegah tahun lalu dari segi kostum, warga cukup terhibur dengan adanya kostum yang tematik yang lucu dan menghibur,” ujar Kresna, mahasiswa Fakultas Teknoloi Informasi (FTI) selaku Koordinator Panitia pawai OMB untuk kostum.

Pawai dimulai dengan iring-iringan barisan yang dimulai dari tim Paskibra dari SMA Kristen Satya Wacana, Topeng Ireng, Kostum 1 UKSW yang bertema Lingkungan Hidup dan Budaya, barisan Flag dengan enam warna bendera; merah, kuning, orange, ungu, biru dan hijau, dimana para pembawa bendera bergerak seirama dengan alunan musik instrumen marching blek. Kemudian barisan disusul dengan Marching Blek UKSW, Kostum 2 UKSW bertema Pendidikan dan Teknologi, Barongsai, Kostum Karnaval, Kostum 3 UKSW bertema Narkoba dan Korupsi, dan di barisan akhir; Drumlek Gareng-Ngaglik.

Barisan marching blek yang membawa kentongan, jerigen, tong dari seng, tong plastik, belira, trio tom, dan glockenspeel sebagai instrumen musiknya ini memainkan empat buah lagu; Mars Satya Wacana, Mars Marching Blek, Manuk Dadali, dan Janger.

Michael Bezaleel Wenas, S.Kom., M.Cs., selaku Ketua Panitia OMB UKSW 2013 turut memberikan apresiasi untuk pawai OMB tahun ini. “Anak-anak bersemangat kali ini, ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang diberikan UKSW. Anak-anak (mahasiswa UKSW), diberi kesempatan untuk menghibur masyarakat Salatiga. Ini bukan sekedar hiburan tapi langsung melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam hal mengenalkan Kota Salatiga pada para maba,” kata salah satu Pengajar FTI ini.

Pawai OMB yang merupakan kegiatan tahunan rutin UKSW ini memang bertujuan untuk mengenalkan kota Salatiga pada maba, mengingat Salatiga nantinya akan menjadi tempat tinggal mereka selama menempuh pendidikan di UKSW. Selain itu, pesan yang disampaikan melalui Pawai OMB tahun ini adalah gambaran tentang isu yang sekarang beredar di tengah masyarakat. Harapannya, dengan demikian, maba dan masyarakat Salatiga belajar untuk menjadi peka dan peduli terhadap isu-isu yang ada. “Harapannya juga, semoga tahun berikutnya Pawai OMB lebih meriah dan tetap menjadi hiburan untuk masyarakat Kota Salatiga,” kata Michael. (Reporter magang: Angga W.Pranata dan Bernadus Trimurio Rajagukguk)

Pawai OMB UKSW 2013 melewati rute Jalan Diponegoro – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Sukowati – Lapangan Pancasila – Jalan Adisucipto – Jalan Kartini – Jalan Monginsisdi  - Jalan Diponegoro, dan berakhir di kampus UKSW.

Pawai OMB UKSW 2013 melewati rute Jalan Diponegoro – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Sukowati – Lapangan Pancasila – Jalan Adisucipto – Jalan Kartini – Jalan Monginsisdi – Jalan Diponegoro, dan berakhir di kampus UKSW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *