Dialog Calon Rektor UKSW

Browse By

Senin (7/10), mulai pukul 10.00 WIB, untuk pertama kalinya calon rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga buka suara dalam acara “Dialog Terbuka Calon Rektor UKSW”, di Balairung Universitas UKSW.

Rencananya, keempat calon rektor; Pdt. Prof. Drs. John A. Titaley, Th.D, Prof. Dr. Ir. Sonny Heru Priyanto, MM, Prof. Christantius Dwiatmadja SE., ME., PhD, dan Neil Semuel Rupidara, SE.,MSc., Ph.D akan menjelaskan tentang “What are you going to do for Satya Wacana in the future?” sesuai dengan tema dialog hari itu di hadapan sivitas akademika UKSW.

Namun sayang, dari keempat calon rektor, hanya John Titaley dan Sonny Heru Priyanto yang hadir. Menurut moderator, Maya Rahadian Septianingtyas, Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU), dua calon rektor lainnya sedang ada keperluan mendadak sehingga tidak bisa datang ke dialog hari itu.
Biarpun demikian, John dan Sonny tetap mengisi dialog yang diadakan selama dua jam penuh.

Calon rektor yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Sonny Heru Priyanto mendapat giliran pertama presentasi. Sonny menjelaskan bahwa salah satu hal yang akan dilakukannya adalah menyusutkan jumlah Pembantu Rektor dari yang semula lima menjadi dua, karena menurutnya jumlah yang pertama kurang efektif. “Yang benar dua Wakil Rektor, bidang akademik dan non-akademik,” jelas Sonny. Selain itu dia hal lain yang akan dilakukannya adalah membenahi gedung-gedung fakultas di UKSW terutama Gedung E yang sekarang menjadi Kantor Fakultas (Kanfak) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Sementara John Titaley, sesuai dengan paper-nya menyatakan bahwa dia akan menterjemahkan visi-misi Satya Wacana bersama YPTKSW sebagai batu penjuru dalam pengembaraan ilmu pengetahuan UKSW sebagai suatu Perguruan Tinggi Kristen yang modern dan berwibawa. Selain itu, ia juga akan mengembangkan kualitas dan sumber daya manusia UKSW serta mengembangkan kapasitas UKSW dalam bidang penelitian (research university) dan pascasarjana.

Lagi program yang akan dilakukan oleh John Titaley selain dua hal di atas adalah mengoptimalkan pamanfaatan lahan yang dimiliki UKSW sebagai kampus kota UKSW. Hadirnya kampus Blotongan semakin memperbesar kapasitas UKSW dalam pengembangan program studi baru dan berbagai sarana penunjang lainnya.

Sayangnya, animo sivitas untuk berdialog dan mengenal lebih dekat profil calon rektor mereka hari itu tidak banyak diminati, terlihat dari banyaknya kursi yang kosong di dalam Balairung Universitas hingga acara berakhir pada pukul 12.30 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *