Makrab Fiskom 2013: Ditempa Untuk Menjadi Keluarga

Browse By

Genap sudah tugas mahasiswa baru (maba) Fiskom (Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga angkatan 2013 dalam menjalani kegiatan tahunan fakultas, yakni Malam Keakraban (makrab) dengan tema “Kita Keluarga Sekarang, Besok, dan Selamanya”.

Makrab yang dihelat di Bumi Perkemahan Indraprastha Pantaran, Kab. Boyolali dari hari Jumat hingga Minggu tersebut (11-13/10), ternyata tak hanya menggugah kesan kekeluargaan yang menguat dari pihak para peserta makrab, namun juga ada beberapa poin refleksi yang patut dicermati oleh khalayak ramai terutama di ranah fakultas-fakultas lain yang bernaung di UKSW.

“Tujuan makrab Fiskom yang sebenarnya harus mengakrabkan kalian (maba Fiskom_red) karena Fiskom punya tiga program studi (progdi), ada Komunikasi, Sosiologi, dan Hubungan Internasional. Yang kedua untuk perkenalan antara junior dengan senior, baik yang dari Lembaga Kemahasiswaan (LK) maupun non-LK. Lalu yang ketiga untuk melatih disiplin para maba sebagai dasar untuk kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) mendatang, dan yang terakhir untuk memperkenalkan mahasiswa baru dengan LK Fakultas,” tutur Stefanie Threesia Permata, Ketua Panitia Makrab Fiskom 2013.

Panitia Makrab Fiskom 2013 mempunyai beberapa cara untuk merangsang munculnya rasa kekeluargaan dan kreativitas peserta makrab. Contohnya, pada saat kegiatan makrab berlangsung para peserta diwajibkan mempunyai yel-yel kelompok yang harus dinyanyikan di beberapa sesi kegiatan makrab. Ada pula lomba memasak lintas kelompok, dan talent show pada malam hari kedua, dimana semua kelompok wajib untuk membuat satu pertunjukkan yang dipertontonkan pada audience.

Segi kekeluargaan para peserta makrab ditempa sedari awal mula kegiatan berlangsung. Dengan sistem ‘kekeluargaan’, panitia berharap para peserta makrab dapat lebih solid dan saling memotivasi satu sama lain agar sedapat mungkin tercipta kesadaran akan betapa pentingnya solidaritas antar individu. Adapun kegiatan makan bersama, outbond, jerit malam, dan beberapa peraturan wajib sebagai sarana penyokong rasa kekeluargaan tersebut.

Beda Jaman, Beda Konsep, Beda Hasil

Ketua Panitia Makrab FISKOM 2013 yang lebih akrab dipanggil Stefi, mencoba membandingkan bahwa kegiatan Makrab 2011 lalu jauh lebih disiplin daripada tahun ini. Ia juga menambahkan bahwa tahun 2011 lalu senior diluar kepantiaan lebih berperan penting ketimbang panitianya sendiri, berbeda dengan tahun ini bahwa porsi lebih dominan ditangani oleh panitia.

“Kalau untuk tahun 2013 ini dari segi kepanitiaannya kami punya konsep kalau tegas dan disiplin tanpa terlalu galak itu jauh lebih penting. Kami merasa jauh lebih dihormati dengan konsep yang tidak terlalu galak ketimbang galak-galak yang hanya sekadar peran saja,” terang Stefi perihal perbedaan konsep mendasar antara Makrab 2011 dengan 2013.

“Dari segi peserta, jujur saja, dari pandanganku dan senior-senior sepakat mengatakan kalau angkatan 2013 lebih manja daripada angkatan-angkatan pendahulu dan juga lebih bandel tentunya. Terkadang mereka harus dipaksa dulu baru bisa taat. Ada juga yang pura-pura sakit,” imbuh Stefi.

Namun di balik penilaian ‘manja’ tersebut, Stefi mengimbangi dengan menyatakan bahwa angkatan 2013 jauh lebih kompak dan kreatif ketimbang angkatan terdahulu. Ia turut menambahkan bahwa angkatan 2013 sangat menunjukkan progress yang signifikan dari segi kekeluargaan, alias mulai lunturnya sikap individualis.

Jelas disini Stefi hendak menyatakan bukti-bukti konkret dampak positif dan negatif dari konsep didikan mereka yang bisa dibilang ‘lebih longgar’ dan demokratis daripada yang diterapkan oleh para pendahulu, mengingat bahwa Yona Aliviasari selaku Seksi Acara Makrab pernah menegaskan sewaktu Pra-Makrab, bahwa baik panitia maupun peserta makrab harus mau saling menegur dan ditegur apabila melakukan kesalahan.

Stefi juga mengakui beberapa kelemahan dari kepanitiaan Makrab tahun ini. “Kami kurang koordinasi di hari pertama, kami gagap dalam menanggapi salah satu peserta yang pingsan disertai kejang-kejang. Ada juga beberapa teman panitia yang tidak peka, ketika panitia yang lain bekerja, ada panitia yang malah lepas tangan. Tapi sejauh ini sih masih bisa kami handle,” katanya.

Gol Makrab Tercapai, Tugas Ketua Angkatan Untuk Mengembangkan

“Panitia sudah sangat mencapai target bahkan sangat memuaskan. Terbukti dari acara api unggun ketika peserta diperhadapkan dengan konflik dari panitia, ada beberapa dari mereka yang mampu angkat suara dengan berani tentang tema kekeluargaan yang sudah ditekankan sejak awal makrab,” ujar Stefi ketika ditanya mengenai gol Makrab Fiskom 2013.

“Nantinya untuk pembuktian dari ‘Kita Keluarga Sekarang, Besok, dan Selamanya’, tergantung angkatan mereka sendiri, kalau untuk makrab-nya sendiri aku rasa sudah mencapai gol yang diinginkan,” imbuh Stefi.

Thomas Djulianto Lie dipercaya segenap peserta makrab Fiskom 2013 untuk menjadi “corong” yang berfungsi meneruskan suara angkatan 2013 kepada LK Fakultas, atau dengan kata lain ia terpilih sebagai Ketua Angkatan 2013. Thomas akhirnya terpilih sebagai Ketua Angkatan 2013 setelah melewati beberapa tahapan yang tak pernah ia duga sebelumnya.

“Saya kaget. Soalnya awal mula pas sesi debat tidak diberi tahu kalau debat itu untuk mencari kandidat-kandidat ketua angkatan,” ujar Thomas.

Proses penentuan ketua angkatan tahun ini melalui beberapa tahap, seperti diskusi mengenai dampak kedatangan mahasiswa baru di UKSW terhadap kota Salatiga, forum diskusi yang dibuka terpisah per-progdi terlebih dahulu, setelah itu baru dipilih masing-masing dua perwakilan yang dianggap vocal dan mempunyai argumen yang kritis, logis, dan konsisten terhadap topik. Dilanjutkan dengan debat antara kelompok pro dan kontra yang masing-masing anggotanya berasal dari tiga progdi yang berbeda-beda. Penilaian juri menyatakan bahwa kelompok kontra memenangi kegiatan debat, lalu kegiatan pun dilanjutkan dengan debat antara kelompok yang menang tersebut dengan kelompok para juri.

Berangkat dari kegiatan diskusi dan debat, membuat LK Fiskom memilih enam orang yang layak mengisi kursi kandidat Ketua Angkatan 2013. Hasil musyawarah angkatan 2013 pun setuju menarik tiga nama kandidat terkuat dan diakhiri dengan dilakukannya voting untuk menarik keputusan.

“Dua minggu kedepan, rencana saya sudah segera mengadakan rapat angkatan dengan agenda membahas kegiatan setahun kedepan. Saya juga berniat mengadakan evaluasi rutin setiap tiga bulan sekali mengenai kinerja saya dan pengembangan angkatan 2013 ini,” kata Thomas. “Harapan saya setelah makrab sih, mahasiswa-mahasiswi angkatan 2013 bisa tetap kompak seperti pas makrab supaya angkatan 2013 bisa tetap eksis dan saya siap untuk menyuarakan suara teman-teman, karena suara mereka juga adalah suara saya,” jelas Thomas mengenai job description-nya. (Wartawan Magang: Arya Adikristya Nonoputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *