Kabangpol dan Linmas: Peran Mahasiswa bagi Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah

Browse By

Badan Kesatuan Bangsa (Kesbangpol) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas), mengadakan kegiatan ceramah, dialog, dan diskusi kelompok dengan tema “Memperkuat Demokratisasi dan HAM Bagi Kesejahteraan Rakyat” di Hotel Dana, Solo (16-17/10).

Acara yang sudah terlaksana dalam kurun waktu dua tahun ini dihadiri oleh 50 orang peserta, terdiri dari dua orang perwakilan pengurus Senat Mahasiswa (SEMA) Perguruan Tinggi di Wilayah Bakorwil I dan II Jawa Tengah (Jateng), beserta beberapa narasumber, yaitu Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Jateng, Kepala Kepolisian Daerah Jateng, Rektor Universitas Pancasila Tegal, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jateng.

Menurut Dra. Atiek Surniati, MSI, selaku Wakil Ketua Pelaksana, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman kepada mahasiswa dalam memperkuat pelaksanaan demokratisasi dan HAM bagi kesejahteraan masyarakat di Jateng. Selain itu, juga untuk memperoleh bahan rekomendasi dari mahasiswa tentang upaya memperkuat serta menegakkan hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat, maupun bernegara. Ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat provinsi Jateng.

“Bagaimana HAM dapat ditegakkan, sementara masyarakat tidak mengerti apa itu HAM, oleh sebab itu Kesbangpol dan Linmas berupaya memberikan suatu bentuk kegiatan dimana disitu dapat memberikan kontribusi pemahaman kepada mahasiswa untuk menjadi mediator, sehingga setelah selesainya dari kegiatan ini, mereka bisa memberikan pendampingan, pencerahan, memberikan suatu transparansi kepada masyarakat apabila ada berbagai permasalahan yang menyangkut HAM,” jelas Kepala Subbidang (Kasubbid) Ketahanan Ekonomi ini.

“Mengapa Demokratisasi? Karena kita sebagai masyarakat Indonesia untuk pemahaman cinta tanah air, penegakan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dalam koridor untuk penciptaan kondusifitas, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini bisa terkendali dengan kondusifitas menjadi target utama,” lanjutnya.

Dengan terwujudnya kondusifitas wilayah yang terjamin dan terjaga, maka akan tercipta perkembangan ekonomi, politik, sosial, budaya yang baik, serta keamanan yang diinginkan masyarakat. “Kami mencoba mewadahi aspirasi mahasiswa, daripada aspirasi itu turun ke jalan, alangkah baiknya kalau mari kita duduk bersama dalam satu meja, kita sampaikan ide-ide kita, inspirasi kita, aspirasi yang diinginkan untuk menjadi satu wujud yang nyata,”ujar Atiek.

Peran Mahasiswa

Atiek juga menjelaskan bahwa peran mahasiswa seperti seorang agent yang harus tanggap dengan apa yang menjadi permasalahan di masyarakat dan bangsa, sehingga dapat memberikan kontribusi positif ataupun berupa pencerahan. Atiek berharap dengan adanya perwakilan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam kegiatan ini, mereka mendapatkan pemahaman yang dapat disosialisasikan pada masyarakat kampus, hingga kepada masyarakat luas.

Rekomendasi-rekomendasi dalam hal HAM dan Demokratisasi yang telah dibuat oleh peserta akan dilaporkan pada pimpinan Kesbangpol dan Linmas, kemudian akan disampaikan pada gubernur atau pemerintah provinsi Jateng. “Gubernur disini adalah sebagai pengambil kebijakan. Beliau yang memiliki kebijakan dalam rangka pembangunan Nation and Character Building, sehingga apa yang menjadi harapan untuk tetap tegaknya NKRI dengan Empat Pilar Kebangsaan itu bisa betul-betul kokoh,” tutup Atiek.

Keterangan: 50 Daftar Perguruan Tinggi yang Menjadi Peserta

PTN dan PTS yang diundang, terdiri dari Politeknik Negeri Semarang, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Semarang, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Husada Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Ungaran, Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Universitas Semarang, STIE BPD Jateng, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, Politeknik Unggulan Sragen, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ama Salatiga, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Tidar Magelang, Akademi Perekam Medik dan Infokes Mitra Husada Karanganyar, Akademi Peternakan Karanganyar, Akademi Akuntansi Muhammadiyah Klaten, STIKES Muhammadiyah Klaten, dan Universitas Widya Dharma Klaten.

Reproter Magang: Joshua Marthen Manuputty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *