UKSW Pamer KBM ke 61 PTS di Jateng

Browse By

Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) mengadakan Program Pelatihan Pengembangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bertempat di lapangan basket UKSW, Rabu (30/10). Berbeda dengan sebutan mereka, UKM di UKSW disebut dengan nama Kelompok Bakat Minat (KBM).

Kopertis sengaja memilih UKSW sebagai tempat studi banding bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya karena UKSW dinilai oleh Kopertis sudah maju untuk dapat menjadi contoh bagi universitas lainnya. Acara yang dihadiri oleh para mahasiswa perwakilan dan Pembantu Rektor (PR) III dari 61 PTS di Jawa Tengah (Jateng) ini bertujuan agar para mahasiswa undangan dapat mempelajari sistem pembinaan, pendanaan, prosedur tata cara berorganisasi UKM supaya dapat memajukan UKM di universitas masing-masing.

“Di dalam UKM, ia akan dilatih menjadi bertanggung jawab, mandiri, disiplin, dan mempunyai jiwa kepemimpinan. Hal ini tentu sangat bermanfaat setelah ia lulus nanti karena telah mempunyai jiwa kemandirian yang baik,” kata Agung Supriyadi, Ketua Pelaksana Kegiatan UKM.

Talenta Novenino yang menjabat sebagai Technical Sport dari Senat Mahasiswa Universitas (SMU) UKSW, menerangkan bahwa ada sebanyak sembilan KBM yang membuka stand dalam acara ini, yang terbagi dalam tiga bidang yaitu, Bidang I mencakup olahraga yang terdiri dari Wushu, Tae Kwon Do, Resimen Mahasiswa, Capoeira. Lalu Bidang II ada 3G, Grup Vokal Lentera Kasih, Dyera dan Karawitan. Bidang IV ada Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Scientiarum.

Sebelumnya Yafet Y. W. Rissy, SH.,M.Si.,LLM selaku PR III UKSW menjelaskan kepada para PR III yang hadir mengenai sistem, pendanaan, pengorganisasian KBM-KBM yang ada di UKSW. Setelah mendapat penjelasannya, Yafet mempersilahkan para tamunya ke lapangan basket untuk melihat stand-stand KBM yang ada di UKSW.

Yafet mengaku senang dengan diadakannya acara ini karena UKSW menjadi tempat studi banding dan tempat rujukan dari 61 PTS lainnya di Jateng. “Acara ini tidak hanya mempertunjukan KBM yang ada di UKSW, tapi juga ajang untuk tukar pikiran dan pengalaman,” kata Yafet. “PR III dari universitas lain juga mengakui bahwa UKM di sini telah terorganisasi dengan baik, pembinaannya berkelanjutan dan telah lama mendengar bahwa prestasinya juga baik,” tambah Yafet.

Mendadak

F. Indro selaku ketua Wushu UKSW mengaku senang dengan adanya acara seperti ini, karena melalui ajang ini dapat mempromosikan KBM yang ada di UKSW. “Kami juga dapat memamerkan KBM kami kepada setiap mahasiswa yang datang ke stand kami, siapa tahu setelah mereka melihat Wushu itu seperti apa , mereka menjadi berminat untuk bergabung bersama kami,” tambah Indro. “Ya walaupun kami tidak terlalu siap dalam acara ini, tapi kami bisa memberikan yang terbaik,” sambung Indro.

Ditemui di sela-sela acara, Talenta mengaku kalau acara ini tidak sepenuhnya siap karena kurangnya informasi kepada KBM. “itu karena pihak-pihak KBM yang sangat sulit dihubungi untuk dimintai konfirmasi, karena pengurus KBM ada kesibukan masing-masing seperti kuliah, tugas kelompok dan kerja, tapi Puji Tuhan teman-teman KBM bisa bekerjasama dengan baik bersama kami,” ungkap Talenta.

Mendapat Manfaat

Nana Tristiana PR III Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, merasakan manfaat dari pelatihan ini. Nana mengatakan bahwa program ini cukup menarik, karena para mahasiswa yang tergabung dalam UKM bisa bebas berekspresi menunjukkan potensi yang dimiliki dengan tidak malu.

Menurut Nana kegiatan UKM ini sangat penting untuk kepribadian mahasiswa, bila ia hanya pandai dalam bidang akademik, tanpa diberi tantangan atau dibekali pengalaman organisasi, akademiknya itu akan jadi kering karena ia tidak bisa berkreasi, mengeluarkan ide-ide dan berusaha agar idenya itu bisa terwujud dan menjadi kenyataan. Sehingga bisa menjadi pribadi yang matang dan mandiri ketika terjun di dunia kerja nanti.

“Tadi juga dapat informasi di ruang PR III, ternyata cukup banyak dana yang dikeluarkan sehingga dengan dana yang cukup, tentu mereka bisa lebih bebas berkreasi. Biasanya dengan dana yang banyak, kreativitas jadi kurang karena mereka bisa menggunakan dengan leluasa, tapi ternyata itu tidak terjadi di UKSW,” ungkap Nana.

Hal senada juga diungkapkan oleh Lintang Nuswantari, mahasiswi Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang. “Bagus-bagus banget KBM di UKSW ini, pengembangan kreativitasnya juga bagus, jadinya mahasiswa tidak jenuh. Biasanya ‘kan mahasiswa itu cuma duduk, mendengarkan, pulang, tugas, gitu-gitu terus. Setelah apa yang saya dapat dari pelatihan ini, saya akan mencoba membangun UKM di kampus saya yang sudah mulai menurun,” ungkap Lintang. (Reprorter Magang: Daniel Gerri Tedjasukmana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *