Korupsi dari Tujuh Pandangan

Browse By

Fakultas Telogi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga mengadakan kuliah umum dengan tema “Korupsi dalam Perspektif Agama-Agama” di Balairung Universitas (BU) UKSW hari Sabtu (2/11).

Kuliah umum yang dikemas dalam bentuk seminar yang diikuti oleh 1.388 mahasiswa peserta mata kuliah agama dari seluruh fakultas UKSW angkatan 2013 ini membahas tentang tindak pidana korupsi ditinjau dari perspektif enam agama; Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu, serta sebagai tambahan dari perspektif hukum.

Kuliah umum ini menghadirkan tujuh pembicara, diantaranya R.E.S Fobia, SH, MIDS dari Fakultas Hukum UKSW, Pdt. Mangku Bibit dari perwakilan agama Hindu, Dr. Rahmad Hariyadi, M.Pd, dosen STAIN Salatiga yang merupakan perwakilan dari agama Muslim, Ira Mangililo, Ph.D perwakilan dari agama Kristen, Rm. Emanuel Nuwa, MSF sebagai perwakilan agama Katholik, dan Dr. Oesman Arif, M.Pd perwakilan Kong Hu Chu, serta Bhikkhu Atthakusalo perwakilan dari agama Budha.

Dari perspektif hukum, korupsi dipandang sebagai tindakan yang melawan hukum dan Undang-Undang (UU). “Inti dari pemberantasan korupsi yang sebenarnya adalah keinginan atau kemauan kita sendiri untuk menentang segala bentuk korupsi,” ujar R.E.S Fobia. “Kalau perlu diadakan penyemangatan, dan pendidikan secara dini tentang pencegahan praktik korupsi,” pesannya pada mahasiswa agar selalu memerangi segala bentuk tindakan dan praktik korupsi.

Sementara persepektif dari enam agama, secara umum memandang korupsi sebagai tindakan yang menindas sesama manusia dan menciderai rasa kemanusiaan serta keadilan.

Andreas Yuni Winanto, mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2013 memberikan komentar tentang jalannya acara kuliah umum tersebut. “Kalau dari saya, menurut saya acara ini bagus banget, karena permasalahan korupsi di Indonesia kan jadi masalah serius,” ujarnya.

“Acaranya Kreatif. Yang buat saya kagum tuh topik korupsi ini dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda,” ujar Mattiew Alvio, juga berasal dari Fakultas Psikologi 2013.

Menurut ketua panitia penyelenggara kuliah umum Irene Ludji, tujuan dari diadakannya kegiatan kuliah umum ni adalah Fakultas Teologi melihat bahwa dasar atau nilai-nilai agama di Indonesia ini cukup kuat. “Tapi pada kenyataannya korupsi yang notabene merupakan sesuatu yang menyimpang dari ajaran agama apapun justru semakin marak dan menjadi masalah serius di Indonesia,” ujar dosen Fakultas Teologi tersebut.

Ia berharap, adanya kegiatan kuliah umum ini dapat membantu mahasiswa menemukan nilai-nilai etis dari agama dan kepercayaan yang mereka anut. “Kami juga berharap mahasiswa dapat membangun kesadaran dan menghindari hal-hal yang mengarah ke tindak korupsi yang merugikan,” tutup Irene

(Wartawan magang: Robertus Adi Nugroho).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *