Malam Puncak Dies Natalis FEB 2013

Browse By

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), kembali mengadakan “FEB Meets Parents” sebagai penutup rangkaian Dies Natalis FEB ke-54. Acara yang mengambil tema “Budaya Jawa” ini berlangsung dari pukul 17.00 WIB-21.00 WIB di Balairung Universitas (BU), pada Jumat (13/12) dan dihadiri oleh 1000 orang, terdiri dari mahasiswa FEB angkatan 2013 dan para orangtua mahasiswa FEB angkatan 2013.

Dr. Intiyas Utami, selaku Ketua Panitia Dies Natalis FEB ke-54 mengatakan bahwa, tema besar dari rangkaian acara Dies Natalis FEB yang ke-54 adalah “From Better to the Best” yang ditandai dengan kesiapan FEB berdiri selama 54 tahun dan berencana untuk go international tahun depan. Rangkaian acara Dies Natalis FEB yang ke-54 dibuka dengan acara FEB Show, dan ibadah syukur pada (6/12).

Sedangkan tema “Budaya Jawa” yang diangkat pada acara “FEB Meets Parents” dipilih karena lokasi UKSW yang berada di Jawa. Selain itu, juga untuk mengenalkan budaya Jawa tapi tidak lupa dengan budaya lain yang terbukti dengan penampilan tarian daerah Toraja.

Utami menambahkan “FEB Meets Parents” merupakan ajang pertemuan fakultas dengan para orangtua dan para mahasiswa baru yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orangtua mahasiswa baru dalam berkomunikasi dengan fakultas, seperti nilai dan pembayaran. Selain itu, acara ini juga merupakan upaya pendekatan fakultas kepada orangtua mahasiswa, agar mendapat kepercayaan dari orangtua mahasiswa.

Koordinator Acara “FEB meets Parents” Rosaly Franksiska, menambahkan bahwa acara ini merupakan puncak rangkaian acara Dies Natalis FEB ke-54 yang merupakan tanda penyerahan mahasiswa dari orangtua mahasiswa ke fakultas.

Kesan menanggapi acara ini datang dari berbagai kalangan. Salah satunya mahasiswa FEB angkatan 2013, Jennifer Angelina Freda Likumahuwa yang mengatakan, “Senang, karena bisa kumpul bareng teman dan nonton wayangnya, walaupun sampai sekarang belum mudeng.” Jennifer juga berharap agar acara ini diadakan lagi tahun depan, tapi lebih mewah dan tidak menggunakan unsur adat.

Tanggapan juga datang dari salah satu orangtua mahasiswa FEB angkatan 2013, Muh Muin. “Lumayan, tapi masih kurang professional mengenai denah penempatan orangtua mahasiswa, saya jadi bingung,” katanya. “Ada banyak dosen tidak hadir, padahal penting, bisa untuk meyakinkan; mestinya ada dorongan diberikan pada mahasiswa maupun orangtua,” tambah Muh. Meski begitu, Muh mengaku secara keseluruhan acaranya bagus. Harapan Muh adalah agar di tahun depan acara ini dapat dikemas dengan simpel dan ide yang kreatif (Wartawan magang: Albert Oloan Tona’as Karwur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *