Natal Pemerintahan Kota Salatiga

Browse By

Sekitar 1000 orang dari lingkungan pemerintahan Kota Salatiga, yang terdiri dari anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Guru serta Karyawan sekolah baik negeri maupun swasta menghadiri perayaan Natal yang diadakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethel Area pukul 10.00 WIB, Kamis (9/01).

Dalam perayaan Natal yang mengangkat tema “Jadilah Pembawa Damai” ini, Ign. Bagus Indarto S.WE, S.E, Ketua Panita mengatakan bahwa sesuai dengan temanya panitia ingin menciptakan kedamaian di dalam lingkup pemerintahan Kota Salatiga. Untuk perayaan kali ini, kepanitiaan dipegang oleh PNS dibantu dengan pihak pendidikan dan angkatan bersenjata. Bagus mengakui tidak ada kendala yang begitu berarti selama persiapan, hanya kesibukan dari masing-masing panitia saja. “Persiapan acara selalu diberkati Tuhan, tidak ada kesulitan yang berarti. Dan pemerintah kota sangatlah mendukung acara ini,” ujarnya.

Perayaan yang juga dihadiri oleh Wali Kota Salatiga, Yulianto S.T, M.M; Ketua DPRD Salatiga, Teddy Sulistio dan Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Agus Rudianto ini, hanya berkonsep pada perayaannya. “Kalau ibadah Natal ‘kan sudah diadakan di gereja masing-masing, tapi karena kegiatan hari ini bersifat eokumene yaitu perkumpulan semua umat Nasrani baik Kristen atau Katholik ya lebih ke perayaan saja,” kata Budi.

Acara Natal ini dimulai dengan berbagai puji-pujian yang dipimpin oleh pemimpin pujian, penyanyi dan band dari gabungan PNS, TNI, Polri dan Guru serta Karyawan. Diiringi juga dengan tarian tamborin dari GBI Bethel Area, khotbah dari Pdt. Gideon Rusli S.PAK, serta persembahan-persembahan pujian Natal dari koor PNS, grup vokal dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) 55 serta grup vokal dan musik ensamble dari Sekolah Menengah Umum (SMU) Kristen 1 Salatiga.

Saat pembacaan firman, Pdt. Gideon Rusli S.PAK mengutarakan bahwa manusia selayaknya hidup dengan membawa damai dan menciptakan situasi damai di sekelilingnya. Dan ia memberikan tiga cara menjadi pembawa damai, yaitu dengan menerima Raja Damai atau Yesus Kristus dalam hidup kita, menjalankan kebenaran baik dalam agama maupun peraturan di tempat kerja dan menyalurkan kedamaian dalam hidup manusia. Maka dari itu Pendeta Gideon menyimpulkan, dengan persatuan yang kuat dalam pemerintahan Kota Salatiga yang terdiri dari berbagai agama, dan mematuhi segala peraturan diharapkan kedamaian dapat tetap meliputi kota ini (Wartawan Magang: Chikitta Carnelian).
Editor: Kristy Leny Pratiwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *