IVED 2014: 30 Universitas Bersaing di UKSW

Browse By

Ajang bergengsi debat bahasa inggris antar mahasiswa se-Indonesia, Indonesian Varsities English Debate (IVED) 2014 baru saja berakhir dua hari yang lalu, Selasa (14/1). Ajang yang mengusung tema, “Respecting, Diversity, Creating Unity” ini dibuka di Balairung Universitas (BU) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, pada Jumat (10/1) oleh Rektor UKSW John A. Titaley dengan memukul gong sebanyak tiga kali.

Tema tersebut dijelaskan oleh Ketua Pelaksana, Gregorius Sebastian Lionardi, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UKSW, sesuai dengan tujuan IVED 2014 yaitu menjadi wadah bagi peserta dari berbagai daerah untuk bertukar pikiran, “IVED ‘kan nasional, jadi sama-sama mirip seperti kampus kita yang Indonesia Mini,” ucap Greg.

Mahasiswi Universitas Indonesia (jas kuning) sedang menyampaikan argumennya. {Wartawan Magang: Guntur Sagara}

Mahasiswi Universitas Indonesia (jas kuning) sedang menyampaikan argumennya. {Wartawan Magang: Guntur Sagara}

Lomba ini diikuti oleh 52 tim dari 30 universitas di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Universitas Makasar, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Sam Ratulangi termasuk UKSW. Masing-masing tim terdiri dari 4 mahasiswa yang mewakili universitasnya.

Berdasarkan hasil keputusan IVED tahun lalu, akhirnya ajang bergengsi ini memilih UKSW sebagai tuan rumah selama empat hari. Pondok Remaja Salib Putih di dijadikan UKSW sebagai tempat menginap para peserta. “Kami merasa senang sekali, mereka juga senang dengan keramah-tamahan kami,” kata Greg.

Sementara Martha Nandari S. Handoko, Pembantu Rektor IV, ditemui setelah menyerahkan penghargaan kepada pemenang di BU, mengatakan UKSW merasa terhormat sudah menjadi tuan rumah, “Ya kami merasa terhormat menjadi tuan rumah suatu kompetisi mahasiswa yang bergengsi, suatu kegiatan sangat positif apalagi ini penting untuk memasuki pasar global 2015 nanti,” ucap Martha.

UKSW dan IVED 2014

Meski telah menjadi tuan rumah, UKSW ternyata belum mampu membuktikan prestasinya dalam ajang ini. Terbukti dari tersisihnya dua tim UKSW sebelum mencapai babak final.

Beruntung, tim B yang diwakili oleh Aldy Pratama, Aurelia Melinda Herta Puspita, Rianisdianto Salean, dan Wiga Vivinaningtiyas sempat mecicipi babak semi final melawan Perguruan Tinggi Teknokrat Lampung dalam kategori pendatang (novice), meski akhirnya mereka harus mengakui Teknokrat lebih unggul. Teknokrat kemudian berhasil menyabet juara satu setelah melawan Universitas Soedirman dalam babak final.

Namun, penampilan tim B UKSW tersebut menurut Greg sudah berkembang baik, “Overall mereka sudah berkembang baik, meskipun mereka dibilang baru, tapi mereka sudah berkembang baik,” komentar Greg.

Sementara dalam kategori main team, fenomena UI dan UGM bertemu dalam babak final tiga tahun lalu (2011) dalam sejarah IVED kembali terulang. Sayangnya, UI masih harus kembali mengulang kekecewaan UGM menyandang juara pertama.

IVED 2015

Berdasarkan hasil rundingan, tahun 2015, dijelaskan oleh Greg, IVED akan dilaksanakan di UI sebagai pencetus pertama IVED 1998, “Mungkin sekarang mereka merasa sudah saatnya untuk membawa kembali IVED pada mereka,” jelas Greg. Ia melanjutkan, nantinya UI akan mengadakan acara selama 7 hari, “Mereka juga sudah merencanakan untuk membuat acara besar, biasanya IVED itu empat sampai lima hari, tapi ini tujuh, mungkin akan ada acara khusus untuk mengenang IVED,” kata Greg.

Editor: Kristy Leny Pratiwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *