Lomba Ilmu Ekonomi SMA/SMK se-Jateng dan Jatim

Browse By

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) mengadakan Lomba Economics Competition (EC) bagi siswa SMA/SMK se-Jawa Tengah dan Jawa Timur di gedung FEB, berlangsung dari pukul 09.00-16.00 WIB, pada Rabu (22/1).

Dalam prlombaan ini dihadiri oleh 100 orang peserta, siswa dan guru SMA/SMK peserta lomba. Lomba EC ini diselipkan dengan Seminar “Strategi dan Langkah-langkah Sektor Keuangan menyambut ASEAN Economic Community 2015” dengan tujuan memberikan pemahaman kepada siswa dan guru mengenai masalah makro ekonomi dan keuangan yang ditangani Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Suasana lomba saat mengerjakan soal studi kasus. {Foto oleh: Gusti Agung Mahendra}

Suasana lomba saat mengerjakan soal studi kasus. {Foto oleh: Gusti Agung Mahendra}

Lomba EC ini sendiri merupakan acara tahunan yang ditujukan untuk mempersiapakan para siswa dalam menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN). “Jawa Tengah biasa jadi juara umum dengan program studi Ilmu Ekonomi (IE) yang menjadi mentor OSN. Jadi lomba ini memang bertujuan untuk mempersiapkan juga dalam OSN,” papar Yulius Pratomo, SE., MIDEC, selaku Ketua Panitia EC. “Pemenang Lomba EC tahun lalu yang berasal dari SMA Taruna Nusantara juga menjadi pemenang di kejuaraan OSN” tambah Yulius.

Menurut Yulius, peserta acara meningkat dari 60 menjadi 100 dibandingkan tahun lalu. “Dulu kita pernah mengundang Jogja dan Surabaya; bahkan dari Bangkalan Madura juga pernah ikut. Walaupun tidak bisa hadir, saya senang dengan jumlah peserta yang meningkat. Harapannya agar tahun depan lomba ini dapat dimeriahkan kembali oleh sekolah-sekolah dari provinsi tersebut,” tutur Yulius.

Rahmat Nurkhafi Pratama, salah satu peserta dari SMA 3 Surakarta yang sudah berulang kali mengikuti lomba ekonomi mengaku terkesan dengan lomba EC setelah menyelesaikan babak penyisihan. ”UKSW ramah-ramah orangnya. Pas itu di Atma juga ramah, tapi nggak seramah disini,” ujar Rahmat. Rahmat mengaku lomba EC memiliki standard yang lumayan tinggi. Babak penyisihan lomba EC dilakukan dengan mengisi 45 soal pilihan ganda selama 45 menit menurut Rahmat.

Rahmat juga menjelaskan bahwa suasana lomba penuh persaingan antar para peserta, tapi tetap sportif. Rahmat mengaku saingan terberatnya dalam lomba tersebut adalah SMA TN, yang notabenenya adalah pemenang lomba EC tahun lalu. Rahmat berharap lomba EC ini tetap diadakan tahun depan, dengan standar soal yang sedikit lebih susah. (Wartawan Magang: Albert Oloan Tona’as Karwur)

Editor: Kristy Leny Pratiwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *