Seminar Keuangan Nasional dan Tugas OJK

Browse By

Program Studi Ilmu Ekonomi (IE) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) mengadakan seminar “Strategi dan Langkah-langkah Sektor Keuangan menyambut ASEAN Economic Community 2015” dengan tema, “Kondisi pengawasan perbankan Nasional oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)” di Balairung Universitas (BU), berlangsung dari pukul 10.15-12.15 WIB, pada Rabu (22/1).

Rabu (22/01), suasana seminar akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana. {Foto oleh: Fendy A. Kurniawan}

Rabu (22/01), suasana seminar akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana. {Foto oleh: Fendy A. Kurniawan}


Acara tahunan yang merupakan rangkaian dari Economics Competition (EC) ini dihadiri oleh 150 orang peserta, terdiri dari mahasiswa FEB UKSW, mahasiswa FEB Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang, mahasiswa FEB Politeknik Semarang, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) wilayah Salatiga, siswa dan guru SMA/SMK peserta lomba, serta kalangan umum. Rangkaian acara EC memang sengaja disisipkan seminar untuk memberikan informasi pada peserta acara, khususnya siswa dan guru SMA/SMK mengenai masalah makro ekonomi dan keuangan yang ditangani Bank Indonesia (BI) serta OJK.

Yulius Pratomo, SE., MIDEC, selaku Ketua Panitia EC mengatakan bahwa alasan mengangkat tema ini karena OJK merupakan badan yang baru, serta masyarakat awam masih belum paham tentang pentingnya tugas OJK. Yulius juga mengatakan bahwa, seminar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang masalah ekonomi makro serta tugas OJK dalam mengawasi perbankan nasional.

Seminar ini juga mendatangkan 2 pembicara yaitu; Y. Santoso Wibowo, Kepala Regional 4 OJK Jateng & DIY, dan Hari Sunarto, SE., MBA., Ph.D selaku Dekan FEB UKSW. Salah satu pembicara yang diundang yakni Putra Nusantara Stefanus, Kepala Divisi Asesmen Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V (Jateng & DIY) berhalangan hadir karena ada penugasan dari BI ke agenda lain yang tidak bisa ditolerir. Walaupun tidak bisa hadir, seminar dapat berjalan dengan lancar, dengan materi yang cukup banyak dari para pembicara.

Mahasiswa IE FEB angkatan 2012, Meliana Satimo mengaku senang dan paham dengan materi yang disampaikan selama seminar. “Seminar ini sangat penting, karena OJK ini berdampak global ke seluruh masyarakat dan OJK sendiri merupakan badan yang masih baru,” tutur Meliana. “Walaupun diwajibkan oleh matakuliah makro lanjutan, tapi saya sendiri memang tertarik,” tambahnya.

Menurut Meliana, peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa FEB ditarik kontribusi sebesar Rp 20.000. Sedangkan peserta dari kalangan umum ditarik kontribusi sebesar Rp 50.000. Meliana sangat berharap pembicara dari OJK dan BI Jakarta untuk datang; namun meskipun berhalangan hadir, Meliana mengaku tetap puas dengan para pembicara dari OJK dan BI wilayah Jateng dan DIY bisa hadir. (Wartawan magang: Albert Oloan Tona’as Karwur)

Editor: Kristy Leny Pratiwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *