Terang Terbungkus Bimbang

Browse By

Hai Tuhan, ini aku, terang
Akulah terang yang Kau titipkan kepada dunia
Untuk memberi seberkas cahaya kepada mereka yang gelap
Memberi arah kepada yang tersesat

Namun entah mengapa aku takut untuk menjadi terang
Entah aku yang keliru untuk menjadi terang sesungguhnya,
Ataukah Engkau yang salah memilihku menjadi terang?
Terangku meredup, Tuhan

Aku selalu bertanya kepada nuraniku
Mampukah aku untuk menebar cahaya kepada gelap-gelap yang Kau mau?
Mungkin Engkau akan berkata bahwa aku sebenarnya mampu
“Kau hanya hilang arahmu untuk sesaat”, kata-Mu, mungkin.

Tuhan, maukah Engkau duduk sejenak disampingku?
Menikmati senja di sore ini dan berbincang-bincang tentang makna hidup
Dengan begitu aku tidak akan lagi keliru menjadi terang
Duduklah disebelahku agar aku mengerti

Wartawan Magang: Jessica Moranggi Tobing
Editor: Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *