Super Man Dliko Sari

Browse By

guntur
Ia menjalani kehidupan yang luas ini. Meski raga tak memiliki banyak tenaga, lelaki tua ini masih berusaha menghidupi keluarga. Pak Mak namanya. Lelaki kelahiran Dliko Sari, Salatiga, 58 tahun silam ini, masih semangat untuk menghidupi istri dan Ira, anaknya semata wayang. Ira kini berkuliah di Fakultas Eonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Kristen Satya Wacana.

guntur5
Tanah milik pemerintah kota Salatiga ini digunakan sebagian untuk membangun rumahnya itu. Rumahnya cukup sederhana. Ketika memasuki halaman rumahnya , gerobak orange-nya dan barang bekas sudah tertata rapi.

guntur3
Hari demi hari dilaluinya dengan ritme yang hampir sama. Sekitar pukul 04.30, pak Man sudah siap untuk beraktifitas. Banyak pekerjaan yang dilakukan untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah.

Ia biasa mengawali hari dengan bercocok tanam di sawah milik orang lain. Disambung pukul 09.00 Pak Man bekerja sebagai tukang bangunan di salah satu rumah di perumahan Soka Lembah Hijau.

guntur2
Setelah 8 jam bekerja menukangi rumah, pak Man bergegas keliling perumahan mengambil tumpukan-tumpukan sampah warga. Semua dilakukannya untuk menambah penghasilan.

guntur4
Lelah, lesu, dan lunglai semakin terlihat ketika kerut dan keluh menghiasi wajahya. Seolah menggambarkan betapa kerasnya ia berjuang, dengan membanting tulang.

Dari sekian banyak pekerjaan yang dilakoninya, pak Man bisa mengantongi satu juta rupiah setiap bulan. Penghasilan itu sebagian diserahkan ke istrinya sebagai modal berjualan gorengan .

Semangat dan kegigihan pak Man yang seolah tak kenal lelah, pantas kita teladani. Setiap peluh pak Man mengajarkan bahwa apapun yang kita lakukan dengan tulus, semesta akan mendukung keinginan kita. Salah satunya seperti pak Man, masih bisa mengayomi keluarganya.

Editor: Fendy Kurniawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *