CampusG Unjuk Gigi di UKSW

Browse By

Perusahaan teknologi Google, bersama Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW menyelenggarakan acara bertajuk “CampusG”, Sabtu (12/4). Acara yang berlangsung di Balairung Universitas (BU) tersebut dihadiri sekitar 520 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat. CampusG merupakan ajang bagi Google untuk mempromosikan berbagai layanan Google kepada penggunanya.

Harry Fahrur Rizal, CEO Eduquo & Google Apps for Education Trainer yang juga salah satu pembicara, mengatakan, semua layanan yang diberikan Google kepada penggunanya bisa digunakan secara gratis.

Fahrur memberi contoh, dalam layanan Google Drive, pengguna dimudahkan untuk menyimpan data secara online. Selain menyimpan data secara online, Google Drive juga dapat mengerjakan dokumen secara bersama-sama, membuat angket online, dan memudahkan olah data riset yang dibuat.

“Jika Anda memiliki akun Gmail, semua layanan Google dapat diakses secara mudah dan cepat. Layanan Google ini juga bisa membantu para mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang sifatnya online dan real time,” ujar Fahrur.

Google jamin data pengguna aman

Fahrur juga menyinggung isu bocornya data rahasia kanselir Jerman yang beberapa waktu lalu sempat diberitakan media.

Ia menyakinkan, Google telah berkomitmen untuk melindungi data pengguna, baik itu email, data berbasis online, ataupun data lain yang berkaitan dengan pengguna Google.

“Google mempunyai pusat data di berbagai tempat. Pusat data yang dimiliki Google dijaga sangat ketat, dengan keamanan tinggi. Jadi Google menjamin data Anda aman dan tidak akan diserahkan atau bahkan dijual ke pihak lain,” tambahnya.

Fahrur menjelaskan, keamanan data pengguna merupakan hal yang wajib diperhatikan oleh penyedia layanan internet seperti Google. Bagaimanapun juga, kepercayaan pengguna kepada penyedia layanan internet harus dilaksanakan penuh tanggung jawab.

Google Glass, inovasi baru kacamata pintar

Daniel Oscar Bascoro, Google Student Ambassador dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, juga mempresentasikan Google Glass.

Oscar mengatakan, Google Glass merupakan revolusi penggunaan kacamata. Menurutnya, Google Glass berfungsi layaknya smartphone, namun dikategorikan sebagai wearable gadget atau perangkat elektronik yang dikenakan pada anggota tubuh.

Google Glass persebarannya masih terbatas. Hanya orang-orang yang dipilih Google saja yang bisa mendapatkan Google Glass, tambah Oscar.

“Google Glass ini masih dalam tahap riset. Di Asia, baru ada tiga unit, dan salah satunya yang saya bawa ini,” ujarnya sambil disambut tepuk tangan peserta.

Oscar  menginformasikan, Google Glass akan dijual di seluruh dunia pada tahun ini. Namun dirinya tidak dapat memastikan, berapa harga yang akan dipatok oleh Google.

Layanan Google belum dimaksimalkan oleh UKSW

Mikhael Diarja, Google Student Ambassador dari UKSW, mengatakan, Google dan UKSW telah bekerjasama memberi layanan Google sejak 2009.

“Namun yang saya sayangkan, mahasiswa dan dosen belum mksimal menggunakan layanan Google. Kebanyakan dari mereka hanya sebatas berkirim tugas lewat Gmail saja. Padahal banyak layanan Google lain yang bermanfaat seperti Google Plus, Google Docs, dan lainnya,” ujar mahasiswa FTI tersebut.

“Maka dari itu, saya sebagai Google Student Ambassador bersama teman-teman berinisiatif mengundang Google ke UKSW. CampusG di UKSW ini merupakan pertama kali di Jawa Tengah dan ketiga kalinya diadakan di Indonesia,” tutup Mikhael.

Mikhael berharap, dengan digelarnya CampusG ini, mahasiswa serta dosen dapat mengenal serta memanfaatkan layanan Google dalam proses pembelajaran (wartawan magang: Robertus Adi Nugroho.)

Editor: Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *