Hart Leonard Bani Resmi Menjadi Komandan Baru Menwa

Browse By

IMG_0493

Hardiono Arron, Inspektur Upacara, mengenakan lencana kepada Hart Leonard B. yang terpilih sebagai komandan baru resimen mahasiswa (Menwa). (Foto: Andreas Reuben)

Setelah hampir sebulan tertunda, Jumat (8/8), bertempat di ruang E 150 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), resimen mahasiswa (Menwa) melaksanakan upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) komandan terpilih yang baru pada Hart Leonard Bani.

Upacara ini sendiri sebenarnya digelar pada 18 Juli 2014 lalu. Namun karena terkendala persiapan, upacara ini pun terpaksa ditunda.

Pengangkatan Hart, panggilan akrab Hart Leonard Bani, sebagai komandan terpilih Menwa ini berdasarkan SKBM (Surat Keputusan Bersama Menteri) Pertahanan, Pendidikan Nasional dan Otonomi Daerah Nomor KB/14/M/X/2000 Pasal 116 dan Pasal 9.

Usai upacara pengangkatan, Scientiarum berkesempatan melakukan wawancara singkat dengan Hart. Dalam wawancara ini, ia memaparkan program-programnya pada periode mendatang.

“Ada dua jenis program yang akan dilakukan oleh Menwa, yaitu program terstruktur dan kondisional. Program terstruktur sendiri berupa perekrutan anggota baru dan setelah itu pradiksar (Pra Pendidikan Dasar) bagi calon anggota baru Menwa. Namun, sebelum pradiksar, terlebih dahulu akan diadakan pembekalan. Pembekalan tersebut dilakukan agar calon anggota baru Menwa tidak akan terlalu kaget dengan kegiatan-kegiatan pradiksar,” terang Hart.

Pradiksar sendiri, menurut Hart, rencananya akan dibuat sebelum Desember.

“Karena kebanyakan, kemarin ada yang sudah daftar beberapa bulan, tapi cuma TM (Technical Meeting) saja, akhirnya keluar. Jadi rencananya Desember,” tuturnya.

Ia melanjutkan, pada Januari tahun depan, rencananya diksar akan dilaksanakan di Magelang, Jawa Tengah.

Mengenai program kondisional, Hart menjelaskan bahwa akan diadakan kegiatan pendakian. Selain itu, latihan fisik akan dilakukan setiap Sabtu dan bervariasi pada tiap pertemuannya.

Hart berharap agar periode mendatang Menwa dapat menjadi sebuah wadah bagi anggotanya untuk berlatih menjadi pemimpin. Sebab kepemimpinan, bagi Hart adalah melayani. “Artinya hidup bukanlah untuk dilayani, tapi lebih untuk melayani,” jelasnya.

Ia menambahkan agar Menwa bisa menjadi contoh yang baik bagi orang lain, khususnya dalam organisasi, seperti tingkat universitas dan masyarakat. “Semacam berlomba untuk jadi teladan bagi orang lain,” tutupnya.  (Editor: Arya Adikristya Nonoputra, Erwin Santoso dan Robertus Adi Nugroho)

Grace Paramythia, adalah mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2013. Ia adalah wartawan magang LPM Scientiarum. Liputan ini dikerjakan bersama Erwin Santoso, mahasiswa Fakultas Psikologi, angkatan 2008 dan Andreas Reuben, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial (Fiskom) angkatan 2013. Keduanya merupakan staf redaksi LPM Scientiarum. Ketiganya bisa anda ikuti di @gparamythia, @dik_eL dan @andreasreuben

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *