Menikmati Sensasi Kaum Urban

Browse By

Urban Sensation. Gambar diambil dari www.homerianshop.com

Urban Sensation. Gambar diambil dari www.homerianshop.com

Judul: Urban Sensation: Kumpulan Lima Belas Cerita Pendek

Penulis: Bre Redana

Penerbit: Kepustakaan Gramedia Populer, 2008

JUJUR KETIKA mendapat giliran meresensi buku, saya agak terkejut sekaligus kebingungan. Penyebabnya, saya sudah jarang sekali membaca buku sekarang. Terakhir kali, mungkin sekitar dua bulan yang lalu. Itu pun gara-gara Gramedia meluncurkan buku terbaru dari pengarang favorit saya, Paulo Coelho, yang berjudul “Manuskrip yang Ditemukan di Accra”.

Saya pribadi hendak meresensikannya untuk anda. Tetapi karena berbagai pertimbangan—utamanya penulis baru yang belum pernah masuk rubrik resensi buku, akhirnya saya memilih buku lain untuk diresensikan.

Ini jelas bikin repot. Sebab dalam benak saya, timbul pertanyaan: siapa pengarang yang bagus dan punya karya yang ringan ketika dibaca mahasiswa?

Setelah berkutat keras, akhirnya saya memilih Bre Redana. Ia adalah wartawan senior Kompas. Dia penjaga gawang dari kolom Kompas hari Minggu yang sering anda baca. Awalnya, saya hendak memilih buku Blues Merbabu yang konon sempat jadi fenomenal. Tetapi karena masih nlingsut, saya terpaksa kembali membatalkan niatan tersebut.

Akhirnya, saya teringat salah satu karyanya yang terselip rapi di satu sisi rak perpustakaan kampus. Judulnya terdengar berat, Urban Sensation. Tetapi jangan tertipu dengan judulnya, sebab dari covernya, anda akan melihat siluet wanita yang sedang melakukan Kiss Bye. Glek

Di dalamnya, anda akan disuguhi oleh Bre berbagai stensilan dari sisi kota metropolitan. Dari 13 cerpen yang ia hadirkan, hampir semuanya memiliki tema yang sama: seorang lelaki, kenalan dengan seorang wanita, “gituan”, lalu akhirnya bubar.

Ritme ajaib masyarakat kota metropolitan inilah yang coba diperlihatkan oleh Bre pada para pembacanya. Dan, uniknya, Bre mampu membuat fenomena ini seperti sebuah rutinitas yang biasa terjadi dalam kehidupan.

Sekalipun memilih tema stensilan yang meriah dan kompleks, Bre menampilkan juga dua cerpen berbeda pada buku ini. Judulnya, “Requim Untuk Mas Mar” dan “Suatu Petang Di Yogya”. Pada judul pertama, kita akan dihadapkan pada sebuah cerita akan kenangan figur seorang sahabat lelaki dalam berbagi pikiran. Dan di judul kedua, mengenai sosok seorang ibu.

Kedua cerita itu bisa membuat diri kita bercermin bahwa sebagai manusia, ada sisi rapuh yang tak bisa kita tolak. Yang ada, kita butuh tempat atau orang untuk melarikan diri sejenak dari rutinitas, sehingga kita bisa bernafas barang sejenak.

Bila kita tarik lebih ke dalam lagi, ada kesamaan lain yang bisa ditemukan di dalam tema-tema tersebut, yakni sebuah fenomena psikologis, oedypus complex.

Meminjam mazhab Psikoanalisa ala Sigmund Freud, Oedypus complex bisa diartikan sebagai suatu tahapan perkembangan psikoseksual pada masa anak-anak ketika hasrat anak untuk secara seksual memiliki orang tua dengan jenis kelamin berbeda.

Tokoh utama—yang kebetulan lelaki—dalam cerpen-cerpen Bre tersebut, selalu diceritakan  memiliki rasa atau kenangan bersama wanita yang jauh lebih tua. Ini menimbulkan sebuah tanda tanya besar, apakah realita kaum urban selalu seperti itu? Ataukah ini hanya sebatas imajinasi liar dari Bre Redana saja?

Hal lain yang bikin saya bertanya mengenai buku ini, kemana dua cerpen lainnya lagi? Sebab ada sedikit kontradiksi antara judul dan isi buku. Di sampulnya, kita akan membaca bahwa buku ini memuat lima belas cerpen. Tetapi yang ditampilkan hanya tiga belas cerpen saja.

Mengapa begitu? Hanya Bre Redana yang bisa menjawabnya.

Yah, meskipun begitu, buku dari Bre ini tetaplah enak dan layak untuk dibaca. Sebab pikiran anda akan dibuat pergi melayang ke mana-mana. Termasuk ke area ranjang dan sekitarnya. Hahaha…

Editor: Arya Adikristya Nonoputra

Erwin Santoso, mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2008. Ia adalah penulis lepas paruh waktu. Kalau mau, anda bisa mengikuti @dik_eL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *