Pawai OMB 2014, Semarak Tanpa Marching Blek UKSW

Browse By

Sebagai akhir dari rangkaian acara Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) 2014, pawai OMB kembali digelar pada Sabtu (30/08). Pawai dengan rute Lapangan Pancasila – Jalan Adi Sucipto – Moh.Yamin – Langensuko – Jenderal Sudirman – Diponegoro – Kampus UKSW ini, menampilkan Kelompok Bakat Minat (KBM) dan 20 etnis Indonesia dari 14 fakultas yang ada di UKSW.

Selain itu, pawai ini diramaikan bermacam Marching Band dan Marching Blek asal Salatiga dan sekitarnya, seperti Marching Blek Generasi Muda Pancuran (Gempar), Drumblek Asli Dompel (DAD), Marching Blek Ngaglik dan Drum Corps Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor (Stimart) Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI) Semarang.

upIMG_7742

KBM Cofila, salah satu kelompok peserta Pawai OMB 2014. | Foto oleh: Robertus Adi Nugroho

Foto oleh: Robertus Adi Nugroho

Peserta pawai memberi penghormatan kepada Yuliyanto, Wali Kota Salatiga, John Titaley, Rektor UKSW dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Salatiga, di rumah dinas wali kota. | Foto oleh: Robertus Adi Nugroho

Tanpa CS Marching Blek UKSW

Dari berbagai penampilan Marching Band dan Marching Blek tersebut, CS Marching Blek UKSW tidak tampak dalam Pawai OMB UKSW 2014. Yosan Wedha Pamungkas, Ketua CS Marching Blek UKSW, menjelaskan alasan CS Marching Blek urung tampil dalam Pawai OMB UKSW 2014 ini adalah formasi yang diberikan oleh panitia tidak tepat. “Kami diminta menurunkan 30-50 orang yang dimana mereka adalah panitia. Kami sebut tidak tepat, karena sebenarnya kita menggunakan formasi dengan banyak orang, atau bisa disebut people power,” terangnya ketika diwawancarai melalui pesan singkat, Sabtu (30/08).

Yosan menambahkan bahwa formasi ideal untuk CS Marching Blek tak lain berjumlah 500 orang. Begitu juga dilansir dari berita Scientiarum, bahwa Pawai OMB UKSW 2013, peserta CS Marching Blek UKSW berjumlah 500 orang.

Sementara Juanita Theresia Adimurti, Ketua Panitia OMB UKSW 2014, mempersilahkan berapa saja jumlah peserta CS Marching Blek UKSW yang ingin maju dalam Pawai OMB UKSW 2014. “Saya tidak pernah mengesampingkan CS Drumblek, kan mereka sudah diberikan kesempatan,” ujar salah satu dosen Fakultas Seni Pertunjukan tersebut. “Ayo mau ndak berkreasi, tunjukkan CS Marching Blek UKSW untuk tampil tahun depan,” tambahnya kemudian. Tanggapan Yosan? “iya,” jawabnya singkat.

Patricia Georgettha, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom) berpendapat bahwa tanpa CS Marching Blek, flag dan kostum, Pawai OMB 2014 tidak semeriah tahun lalu. “Banyak yang ikut jalan tapi tidak berkepentingan, tidak membawa kostum atau alat drumblek begitu. Kesannya malah hanya nambah-nambahin personil aja, tapi sebenarnya tidak berguna,” tuturnya.

Patricia yang setuju dirinya disebut simpatisan Marching Blek ini, mengatakan bahwa Pawai OMB 2014 dipenuhi oleh mahasiswa yang tidak punya tugas yang jelas sembari berpawai, sehingga terkesan ‘mengotori’ barisan pawai.

Arsenius Arya Mahendra, salah satu mahasiswa baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis, mengatakan bahwa drum band-nya kurang seru. “Waktunya sedikit molor, tapi antusias warganya lumayan besar,” tambahnya.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

Bima Satria Putra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom), angkatan 2013. Ikuti Facebook-nya di tautan ini.

One thought on “Pawai OMB 2014, Semarak Tanpa Marching Blek UKSW”

  1. Arya Adikristya Nonoputra says:

    Akeh sing nganggur!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *