Plafon Ambrol, Gedung LK Dapat Perhatian Khusus

Browse By

Seorang petugas BMK tengah mencari cara membersihkan runtuhan plafon.

Seorang petugas BMK tengah mencari cara membersihkan runtuhan plafon. | Foto: Arya Adikristya Nonoputra

14 September 2014, sekitar pukul 19.00 WIB, plafon ruangan Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Hukum (FH) UKSW ditemukan ambrol. Tidak diketahui pasti kapan plafon tersebut ambrol.

Berdasarkan keterangan yang didapat, William Paais, Ketua Senat Mahasiswa FH periode 2013-2014, menemukan plafon sudah ambrol ketika dia masuk ke dalam ruangan tersebut. Plafon ambrol karena kayu yang digunakan memang sudah rapuh dan dimakan rayap.

Dalam kejadian ini, tidak ada korban dan kerugian yang berarti. Hanya, beberapa kursi kayu yang tertimpa runtuhan plafon.

Deddy Prasaja, Kepala Biro Manajemen Kampus (BMK),  mengatakan, “Kami memang sudah merencanakan perbaikan Gedung LK pada minggu ketiga bulan ini, tapi sudah keduluan ambrol.”

Deddy mengungkapkan, BMK segera mengambil tindakan. Pertukangan kampus diarahkan untuk segera memperbaiki ruangan, pagi 15 September 2014. Perbaikan juga akan dilakukan secara bertahap di semua ruang Gedung LK, karena dikhawatirkan, kejadian yang sama terjadi di ruangan lain.

Sejak masa jabatannya, Januari 2014, Deddy memang sudah membuat jadwal untuk memperbaiki gedung kampus. Secara berkala, pihaknya berkeliling untuk mengecek keadaan gedung dan fasilitas yang ada di tiap ruangan.

Beberapa kursi dan meja cedera karena tertimpa plafon ambrol.

Beberapa kursi dan meja cedera karena tertimpa runtuhan plafon.

Tampak langit-langit, setelah plafon ambrol.

Tampak langit-langit, setelah plafon ambrol.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

Reswanty Tonglolangi, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis, angkatan 2013. Ia adalah wartawan magang Scientiarum. Ikuti kicauannya di @restyreswanty.

One thought on “Plafon Ambrol, Gedung LK Dapat Perhatian Khusus”

  1. G A M says:

    Semoga penyegaran untuk gedung O bisa secepatnya direalisasikan. Bukan hanya gedung O tapi untuk setiap gedung tua di kampus pun demikian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *