FBS Segera Tempati Kampus Kartini

Browse By

Gedung STIBA di Jalan Kartini. | Foto: Alexio Alberto Cesar, dok. Lentera Fiskom

Gedung STIBA di Jalan Kartini. | Foto: Alexio Alberto Cesar, dok. Lentera Fiskom

Berawal dari ide yang dicetuskan John Titaley, Rektor UKSW, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), akhirnya menerima tawaran untuk memindahkan seluruh kegiatan perkuliahan dan administrasi di Kampus Kartini. Kampus Kartini sendiri merupakan panggilan akrab sivitas akademika FBS UKSW, terhadap bangunan yang dulunya bernama STIBA (Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing), sebelum akhirnya bergabung dengan FBS sejak 2012.

Tawaran untuk pindah ke tempat yang lebih strategis, tentu saja menjadi tawaran yang menggiurkan bagi FBS, yang saat ini berada di Gedung F lantai lima. Walaupun termasuk gedung yang besar, FBS harus berbagi ruang dengan beberapa fakultas lain untuk keperluan kantor dan LK. Hal ini tentu membuat kegiatan FBS menjadi tidak leluasa.

“Kampus ini sebenarnya sudah terlalu ramai, terlalu jenuh, dan sesak. Kami minta kelas lebih dari 10 ruangan saja susah. Padahal, supaya berjalan dengan baik, kan butuh banyak ruangan kelas. Nah, di sana (Kampus Kartini – red) kami bisa punya ruangan sebanyak-banyaknya,” ungkap Suzana Maria, Wakil Dekan FBS.

Selain tempat yang strategis, pindah ke Kampus Kartini juga dianggap sebagai peluang besar untuk mengembangkan FBS, semisal membuka program studi baru.

Menghambat pembangunan, ingin lakukan Amdal ulang

Victoria Usadya Palupi, Dekan FBS, mengatakan, FBS akan siap pindah setelah semua juga siap difungsikan. “Kami sebetulnya tinggal menunggu, karena kita akan pindah jika lokasi, ruang perkuliahan, dan perkantoran sudah selesai dibangun. Nah, tetapi sampai saat ini gedung tersebut belum tuntas pembangunannya,” tutur Victoria.

Victoria juga menjelaskan, pembangunan gedung baru untuk FBS sudah mencapai 75 persen. Pada blueprint (rancangan) yang dibuat, akan ada dua lantai yang dipakai sebagai ruang perkuliahan, dan sisanya dipakai untuk perkantoran, pengembangan kemahasiswaan, serta fasilitas penunjang perkuliahan.

Gedung yang memakai sebagian lahan dari Hotel Maya ini, ternyata masih terhambat oleh Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) terkait kegiatan lalu lintas di sekitar gedung. Keberadaan Kampus Kartini dianggap akan mengganggu keamanan dan ketertiban di Jalan Kartini, mengingat bahwa jalan tersebut merupakan jalan yang sejak dulu sudah padat.

Awalnya, pembangunan ditargetkan dapat terlaksana pada bulan April, namun masalah Amdal membuat FBS harus menunda kepindahannya. Tak ingin dibiarkan lama, pihak universitas pun mengajukan untuk kembali memroses Amdal gedung baru, yang luasnya sekitar 1800 meter persegi.

Awalnya, Amdal telah dilakukan pada bulan puasa, namun karena menganggap ada perbedaan tingkat kepadatan lalu lintas di bulan puasa dibandingkan pada hari-hari biasa, universitas ingin laksanakan Amdal ulang.

Bangun gedung besar, FBS tidak tahu-menahu soal biaya

Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan Kampus Kartini, Victoria mengaku tidak tahu-menahu tentang hal tersebut. “Biayanya dari universitas, kami tidak mengeluarkan apa-apa. Jadi, semua gedung yang berada di kampus UKSW dibiayai oleh universitas. Fakultas diperkenankan memakai atau mengelola. Jika ada fakultas lain yang ingin memakai ruangan kami, dan kebetulan sedang tidak memakai, kami pasti mempersilakan,” papar Victoria.

Dekan FBS ini mengakui, bahwa memang belum ada rencana sosialisasi kepada mahasiswa terkait kepindahan FBS ke Kampus Kartini. Hal ini disebabkan, pihak fakultas tidak ingin mengundang reaksi berlebihan dari mahasiswa akan hal yang belum bisa dipastikan.

Saat ini, sebagian kegiatan perkuliahan di FBS sudah dipindahkan ke Kampus Kartini. Beberapa Kepala Program Studi (Kaprodi) di FBS tengah menyusun jadwal bagi mahasiswa tingkat tertentu, atau mahasiswa yang tidak mendapatkan kelas, untuk ditempatkan di Kampus Kartini. Dengan jadwal yang telah dibuat tersebut, mahasiswa tidak perlu mondar-mandir dalam perkuliahannya.

Penyunting: Robertus Adi Nugroho dan Arya Adikristya Nonoputra

Indrika Dermadibyo Tiranda, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis, angkatan 2013. Tengah magang sebagai wartawan Scientiarum. Ikuti kicauannya di @IndrikaTiranda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *