Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Balada Pengguna Joki Siasat

Rubrik Surat Pembaca oleh

Di tiap awal semester, mahasiswa UKSW aktif tentu melakukan Registrasi Mata Kuliah (RMK). Hal tersebut mereka lakukan demi mendapat mata kuliah yang dibuka masing-masing fakultas. UKSW memfasilitasi pelaksanaan RMK ini melalui Sistem Informasi Akademik Satya Wacana (Siasat).

Siasat adalah sarana mahasiswa melakukan pendaftaran mata kuliah sesuai dengan apa yang mereka rencanakan. Sistem ini sebenarnya mempermudah mahasiswa, bukan hanya untuk melakukan pendaftaran mata kuliah saja, tetapi bisa digunakan untuk menilik poin keaktifan mahasiswa, hasil studi, jadwal studi, transkrip nilai, sampai tagihan kuliah yang harus dipenuhi.

Siasat tidak sepenuhnya sempurna. Saya meragukan kesempurnaanya pada fitur registrasi mata kuliahnya, seperti Siasat di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Kelemahan ini sudah menjadi rahasisa umum, terkhusus fakultas yang kuantitas mahasiswanya seperti kawanan semut.

Di FEB, ketika user online lebih dari 1000, sistem ini bisa dipastikan bekerja sangat lamban, kadang malah terputus. Pastinya, setiap user akan mengalami hambatan registrasi.

Siasat di FEB boleh dibilang menarik. Sepengamatan saya, FEB mempunyai mahasiswa yang kuantitas mahasiswanya mampu menumbangkan Siasat. Semacam kawanan semut yang menjatuhkan lembu.

Cerita Siasat dimulai apabila semester baru sudah tiba. Bisa juga digambarkan seperti mempersiapkan jiwa dan raga untuk berperang rebutan kursi.

Ilustrasi: Greg Sidharta
Ilustrasi: Greg Sidharta

Fenomena Siasat di FEB menciptakan mahasiswa memiliki cara unik untuk mendapatkan satu bangku kelas pada setiap mata kuliah (yang diinginkan).

Pertama, mahasiswa log in jauh-jauh menit sebelum Siasat dimulai, biasanya 15 menit. Di FEB, apabila log in dilakukan pada jam tepat jadwal Siasat, tentu akan memakan waktu yang lama untuk masuk. Jika telat beberapa menit saja, dampak ini berakibat cukup merugikan karena akibatnya, mata kuliah yang seharusnya diambil akan dicomot mahasiswa lain, alias kehabisan kursi.

Telat lima menit saja, hampir semua kelas sudah penuh. Padahal, kelas yang akan diambil tidak hanya satu, namun bisa empat sampai tujuh mata kuliah.

Bayangkan, saya harus klik satu per satu mata kuliah yang akan diambil, dengan server yang lemot. Apalagi, setiap orang kebanyakan sama mata kuliahnya. Ditambah satu angkatan melakukan serentak cara yang sama, pada menit yang sama pula.

Entah sistem yang tidak bisa menampung user online sebanyak itu, atau ada alasan lain. Yang jelas, registrasi tersebut membuat mahasiswa FEB harus berpikir dua kali, bagaimana menyiasati Siasat.

Meskipun adjustment (pemantapan registrasi) hadir sebagai solusi, tetap saja membuat mahasiswa harus mengatur ulang perencanaan kuliah, karena waktu yang berbeda.

Saya sendiri memiliki cara handal untuk mengatasi kendala ini. Sebelum registrasi mata kuliah dibuka, saya merencanakan mengambil lima mata kuliah. Makin banyak mata kuliahnya, semakin banyak joki yang saya pakai. Tentunya, saya harus mempunyai empat joki untuk klik empat mata kuliah lainnya.

Tugas joki yang “mengabdi”, mengakses akun Siasat saya secara bersamaan. Setiap joki mendapat masing-masing satu mata kuliah, jadi, apabila registrasi berjalan, maka akan lebih cepat mendapatkan kelasnya. Cara ini terbilang efisien dan efektif. Metode joki bukan saya saja yang melakukan, tapi cara jitu ini didapat atas rekomendasi teman.

Biasanya, usai registrasi awal, saya memberi imbalan kepada tiap joki, pulsa seluler lima ribu rupiah.

Jadwal registrasi mata kuliah di FEB (sebelum mahasiswa 2014), dibagi menjadi tiga termin: angkatan 2011 dan sebelumnya, lalu 2012, dan, 2013. Jeda yang diberikan hanya berjarak beberapa jam saja.

Mahasiswa angkatan atas memang selalu diutamakan. Otomatis, yang kerap melakukan strategi “joki” tersebut adalah mahasiswa angkatan bawah.

Saya akan memberikan satu kisah fiktif sebagai ilustrasi dari permainan joki ini. Misalnya, ada dua orang mahasiswa FEB, seorang mahasiswa angkatan 2011 bernama Alex, dan mahasiswa angkatan 2013 bernama Ali. Alex memiliki beban SKS 18, tetapi ia hanya memerlukan 15 SKS untuk studinya semester ini. Sisa tiga SKS milik Alex inilah yang dimanfaatkan Ali.

Karena Alex melakukan Siasat lebih dulu, Ali meminta Alex untuk meng-klik mata kuliah Ekonomi Makro, yang notabene mata kuliah wajib bagi Ali. Setelah Alex meng-klik mata kuliah tersebut, Ali lalu meminjam akun Siasat Alex untuk memindahkan “kursi” mata kuliah itu untuk dirinya, saat tiba jadwal Siasat angkatan 2013.

Cerita fiktif di atas hanya salah satu taktik yang telah dilakukan mahasiswa FEB, demi mendapat satu bangku kelas – selain cara sewa joki. Masih banyak cara-cara lain yang begitu panjang jika diceritakan satu-satu. Memang bukan mainan, tapi fenomena ini mencerminkan suatu permainan unik mahasiswa dalam sebuah sistem registrasi UKSW.

Saya menaruh harapan yang sangat besar kepada UKSW tercinta, untuk memperbaiki maupun membuat Siasat menjadi sebuah sistem registrasi yang hebat dan kokoh, sehingga tidak tumbang, seperti semut-semut yang menumbangkan seekor lembu gembul.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra dan Ridwan Nur Martien

Favian Reyhanif, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, angkatan 2013. Favian juga tengah menjabat sebagai fungsionaris Senat Mahasiswa FEB periode 2014-2015. Ikuti kicauannya di @Reyhanif.

8 Comments

  1. Ternyata bukan cuma Kuda saja yang perlu joki. Untuk bisa memperoleh bangku kelas pun membutuhkan jasa joki juga rupanya? hmmm, itu baru dari fakultas yang besar? gimana dengan fakultas kecil?

  2. dan ternyata kisah ini belum banyak diketahui oleh beberapa mahasiswa UKSW. bahkan beberapa mahasiswa (fakultas kecil) yang tidak tahu kalau SIASAT bisa diSIASATI dan mereka akan terkejut dan bilang “ooh gue baru tahu kalau bisa kayak gitu”. tapi FEB seharusnya bisa membuat server sendiri dengan jumlah mahasiswanya yang ‘bejibun’ itu… (ayoooo galang dana) hahaha

  3. GAM : Tidak selamanya joki digunakan untuk kuda, itu merupakan gambaran pada fakultas kami hingga seperti itu repotnya. mungkin pada fakultas yang memiliki mahasiswa yang tidak sebanyak FEB akan lebih ringan untuk melakukan registrasi, namun akhir-akhir ini tidak selalu pada fakultas tertentu saja yang mengalami hal tersebut, hampir semua fakultas ketika melakukan siasat user online yang mencapai 500 hingga 1000 juga mulai lamban kinerja siasatnya.

    qte : itu adalah wawasan seputar UKSW tentang registrasi mata kuliah yang dialami oleh mahasiswa FEB, dan terima kasih atas sarannya.

    Terima kasih telah menanggapi.

  4. mungkin sistem joki saat siasat tdk hanya terjadi di FEB saja, saya juga pernah mengalami sekitar thn 2009-2010. meskipun di fakultas kecil, tapi saat itu tidak pake harus bayar pulsa 5 ribu. hehehe. menurut saya berlebihan klo harus bayar joki. kan sebelum siasat kita sudah tulis form registrasi yg sudah di tandatangani oleh wali studi, yg artinya berarti kita sudah di setujui untuk ambil mata kuliah itu. ya klo misalnya kita tdk dapat kelas, kita bisa minta tambah kapasitas kelas/tambah kelas ke progdi, dan misalnya klo ada mahasiswa yg registrasi mata kuliah di siasat tidak sesuai dgn kartu rmk ya mahasiswa itu konsekuensinya harus didelete dari kelas dalam siasat.

  5. Joko, yang memang benar seperti itu, namun RMK yang telah diterima oleh dosen itu tidak menjadi acuan untuk registrasi, yang menjadi acuam utama adalah jumlah beban sks. saya saja RMK dan mata kuliah tidak semua sesuai dan masih lanjut kuliah sampai sekarang.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas