Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Ganggu Kesehatan, Warga Jurang Gunting Tolak Boiler Damatex

Rubrik Salatiga oleh
Demonstrasi warga RW 05 Jurang Gunting menolak pembangunan boiler PT. Damatex-Timatex
Demonstrasi warga RW 05 Jurang Gunting menolak pembangunan boiler PT. Damatex-Timatex. | Foto: Alexio Alberto Cesar dok. Lentera Fiskom

Warga RW 05 Jurang Gunting lakukan aksi penolakan terhadap pembangunan cerobong boiler batubara PT. Damatex-Timatex di kantor kelurahan Argomulyo, Salatiga, Kamis (18/9). Dua anggota DPRD Kota Salatiga dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Salatiga lantas memediasi warga RW 05 Jurang Gunting dengan PT.  Damatex-Timatex.

Berdasarkan Surat Pernyataan Penolakan Pembangunan Boiler PT. Damatex-Timatex, warga Jurang Gunting menuntut pihak Damatex untuk memindahkan lokasi pembangunan boiler tersebut, minimal 500 meter dari pemukiman warga RW 05 Jurang Gunting. Sementara, lokasi pembangunan boiler saat ini hanya berjarak sekitar 20 meter dari pemukiman warga.

Selain itu, warga juga menolak kompensasi apapun yang bertujuan untuk meloloskan pembangunan cerobong boiler di lokasi saat ini. Alasan di balik penolakan ini karena limbah hasil pengolahan boiler batubara tersebut, dapat menyebabkan pencemaran udara yang dianggap membahayakan kesehatan warga sekitar Jurang Gunting.

Rukidi, Koordinator Lapangan Aksi, mengatakan bahwa ini merupakan aksi penolakan yang ketiga kalinya.

“Kalau pabrik Damatex masih ngeyel, kami akan terus berdemo,” ujar Rukidi.

Sayangnya, mediasi antara warga RW 05 Jurang Gunting dengan PT. Damatex-Timatex kali ini masih belum menghasilkan solusi penyelesaian. Rencananya, akan ada pertemuan susulan yang belum ditentukan oleh kedua pihak.

Penyunting: Ridwan Nur Martien

Bima Satria Putra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, angkatan 2013. Segera berteman dengannya di Facebook: Bima Canabisz.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas