Hal-hal yang Belum Fasih Kuucapkan Untukmu

Browse By

Sebelumnya aku ingin memohon maaf

Maaf untuk setiap tingkah nakal yang membangkitkan emosimu

Maaf untuk setiap tuli yang akhirnya memaksamu untuk berteriak

Maaf untuk setiap kelakuan bodoh yang akhirnya membuatmu menangis

Maaf untuk setiap curahan kasih sayang yang selalu kuanggap rasa benci

 

Dan terima kasih karena tetap mencintaiku utuh, Mama

Terima kasih untuk setiap doa yang membuatku selalu merasa penuh berkat

Terima kasih untuk setiap motivasi yang membuatku selalu ingin wujudkan mimpi

Terima kasih untuk setiap pelukan yang selalu membuatku merasa tenang

Terima kasih untuk setiap genggaman tangan yang selalu membuatku berani menentang gagal

 

Ada begitu banyak permohonan maaf dan ucapan terima kasih dariku yang harus kau dengar, Mama

Termasuk ucapan terima kasih, karena selalu menjadi “rumah” tempatku pulang dan melepaskan lelah saat dunia memberiku begitu banyak beban.

Termasuk permohonan maaf, karena saat kau berjalan kemanapun  saat ini aku belum mampu untuk membelikan sepatu terindah untuk melindungi surgaku agar tak terluka dan tetap merasa nyaman

Namun suatu hari nanti, saat kau mulai kehilangan tenaga dan tak mampu menopang tubuhmu sendiri untuk mengunjungi semua tempat kesukaanmu, akan kupastikan aku akan selalu ada di sampingmu dan tanganku takkan pernah lelah untuk menuntunmu kemanapun.

Indrika Dermadibyo Tiranda, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis, angkatan 2013. Tengah magang sebagai wartawan Scientiarum. Ikuti kicauannya di @IndrikaTiranda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *