Perbaikan Jalan Kemiri Raya Menuai Keluhan Warga

Browse By

Kondisi Jalan Kemiri Raya yang tengah diperbaiki. | scientiarum.comArya Adikristya Nonoputra

Kondisi Jalan Kemiri Raya yang tengah diperbaiki. | Dok.scientiarum.com/Arya Adikristya Nonoputra

Proyek perbaikan jalan dan gorong-gorong di Jalan Kemiri Raya, Sidorejo-Salatiga, yang dilaksanakan oleh dinas Bina Marga ini menuai keluhan dari sejumlah warga setempat. Terutama yang membuka usaha di sekitar proyek tersebut.

Nuning, pegawai Laundry Hiswara, menuturkan bahwa perbaikan jalan dan gorong-gorong yang berlangsung hampir sebulan itu membawa dampak secara langsung terhadap usaha cuci tempatnya bekerja.

“Dampak perbaikan itu ada, seperti banyak debu dan jumlah pelanggan juga ada penurunan,” kata Nuning saat diwawancarai Scientiarum, Selasa (7/10).

Gorong-gorong yang melintang di depan SMP Kristen 1 Salatiga.

Gorong-gorong yang melintang di depan SMP Kristen 1 Salatiga.

Keluhan juga datang dari Warung Madiun, seperti yang diutarakan Supri, pegawai di warung tersebut. Ia mengeluh karena perbaikan itu membuat omsetnya jadi menurun, karena banyak pejalan kaki menghindari jalan itu.

“Sebenarnya tidak hanya mengganggu pejalan kaki saja, tetapi pedagang juga, karena omsetnya jadi menurun,” kata Supri.

Dari pantauan Scientiarum, proyek perbaikan jalan dan gorong-gorong yang berada tepat di depan Laundry Hiswara dan Warung Madiun itu memang menyulitkan para pelanggan untuk mencapai kedua tempat usaha tersebut.

Tidak hanya pedagang yang berada sejajar dengan gorong-gorong tersebut saja yang mengeluh atas proyek perbaikan ini, tetapi pedagang yang berada di lajur berlawanan dengan gorong-gorong juga merasa terganggu. Pedagang Leker Joker mengutarakan bahwa banyaknya debu dan sempitnya jalan sangat mengganggu usahanya.  Bahkan ia sempat menutup sementara usaha miliknya itu.

“Saya baru buka tiga bulan tetapi kemarin sempat tutup seminggu, sepi pelanggan karena perbaikan jalan,” ujar Nurul, pemilik Leker Joker.

Ketika dimintai tanggapan mengenai hal tersebut, Yunus, staf Bina Marga, menjelaskan bahwa pro dan kontra itu wajar terjadi, apalagi perbaikan itu melibatkan hajat hidup masyarakat. Tetapi ketika jalan tersebut selesai diperbaiki, masyarakat bisa menikmati manfaatnya. Ia juga menuturkan bahwa gorong-gorong yang mulai diperbaiki pada awal September tersebut akan diselesaikan sesuai dengan kontraknya, yaitu 120 hari.

“Karena kontraknya kan 120 hari, dan itu sebagai acuan kita, otomatis selesainya perbaikan juga sesuai dengan kontrak tersebut. Kalau keluhan masyarakat pasti ada, pasti ada juga yang terganggu, tetapi kan kalau sudah selesai bisa dirasakan dampak dari pembangunan tersebut,” tutur Yunus.

Yunus juga menjelaskan jika kontrak ini pasti akan terselesaikan karena anggaran untuk perbaikan tersebut memadai.

“Jadi, perbaikan ini kan termasuk paket empat yang mencakup beberapa ruas jalan, dan Jalan Kemiri Raya termasuk dalam ruas perbaikan ini. Ya, pasti kontrak ini selesai karena anggaran untuk paket ini saja besar, yaitu 1.819.200.000 rupiah,” tuturnya ketika ditemui oleh Scientiarum, pada Jumat (10/10).

Dita Asmara Sofyani, mahasiswi Fakultas Bahasa dan Sastra, angkatan 2011. Selain magang wartawan Scientiarum, ia merupakan relawan penerjemah di Wahana Peduli Tuna Rungu (Walitura). Liputan ini dikerjakan bersama Ridwan Nur Martien, Kepala Penelitian dan Pengembagan Scientiarum. Tambahkan Dita di daftar pertemanan Facebook anda di: Dita Sofyani.

Penyunting: Ridwan Nur Martien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *