Ragazze Quartet Sajikan Musik Klasik di UKSW

Browse By

upIMG_4965

Personel Ragazze Quartet (dari kiri ke kanan): Rosa Arnold, Kirsten Jenson , Annemijn Bergkotte, Jeanita Vriens. | Dok.scientiarum.com/Peter Johannes Rotti

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) UKSW, mengadakan pertunjukan musik klasik dengan mendatangkan kelompok musik asal Belanda, Ragazze Quartet. Acara yang dihelat pada Senin (13/10) tersebut, merupakan acara tahunan hasil kerjasama FSP dengan Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis Jakarta.

Kerjasama ini dilakukan bukan hanya untuk menampilkan pertunjukan musik semata, namun juga memberi program pendidikan bagi mahasiswa FSP.

Ragazze Quartet terdiri dari empat personel lulusan Dutch String Quartet Academy (NSKA). Mereka adalah Rosa Arnold, Jenita Vriens, Annemijn Bergkotte, dan Kirsten Jenson. Alat musik yang dipakai juga beragam, yakni biola, biola alto, dan cello.

Acara yang digelar di Balairung Universitas (BU) tersebut, menawarkan penonton dengan karya-karya berkemas glamor. Ragazze Quartet memainkan beberapa repertoar karya Ludwig V. Beethoven, Antonin Dvorak, Erwin Schulhoff, Philp Glass dan Chiel Meijering.

Sambutan para penonton yang hadir pada acara tersebut, membuat Rosa Arnold  terkesan. Rosa mengatakan, dirinya memiliki hasrat untuk kembali bermusik di UKSW, karena antusias tinggi penonton menjadi penyemangat mereka ketika melakukan aksi panggungnya.

Pentas musik Ragazze Quartet ini didukung oleh komposer Reza Namavar. Ia menciptakan instrumen gabungan alunan musik tradisional Gamelan dengan musik klasik.

Reza  memberi nama karya instrumennya “Matur Nuwun”, sebagai wujud  rasa syukurnya untuk kembali berkarya di Indonesia. Karya instrumen ini Reza selesaikan dalam kurun waktu satu sampai dua minggu.

Sebelumnya, Namvar pernah belajar musik Gamelan di UKSW pada 2013 bersama Partowigno, yang merupakan  dosen di FSP. Namvar terinspirasi oleh kepribadian masyarakat Indonesia, khususnya etnis Jawa yang menurutnya terkenal ramah.

Rachel Mediana Untung, ketua panitia acara tersebut mengatakan, penonton yang menghadiri konser Ragazze Quartet ini diperkirakan mencapai 600 orang. Hal itu di luar perkiraan panitia yang sebelumnya menduga hanya ditonton 300 orang.

“Animo penonton pada tahun ini lebih tinggi daripada tahun lalu. Maka dari itu, acara yang biasa kami adakan di Recital Hall, kami adakan di BU. Bahkan, penonton dari luar kota juga datang ke acara ini,” tutur Mediana.

Ia mengatakan, acara ini digelar untuk mewadahi para pecinta musik klasik, serta memberi motivasi bagi mahasiswa FSP. Mediana berharap, potensi besar FSP untuk terus bekerjasama dengan lembaga kebudayaan dunia dapat berlanjut.

“Konser ini sangat menghibur, memotivasi, dan yang paling penting edukatif, fantastis!” tutup Mediana.

Kurnia Candra Sartika, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, angkatan 2013. Ia merupakan wartawan magang Scientiarum, sekaligus aktif di KBM Cofila Fiskom. Ikuti kicauannya di @KurniaCandraS.

Penyunting: Robertus Adi Nugroho dan Arya Adikristya Nonoputra

2 thoughts on “Ragazze Quartet Sajikan Musik Klasik di UKSW”

  1. sunny says:

    Cadas, coba lain kali undang SEM Lebanon,:tapi menarik beritanya.

  2. Arya Adikristya Nonoputra says:

    Makasih Bung Sunny!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *