Perayaan 15 Tahun Pengembangan Gandum

Browse By

Suryo Banendro MP, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menggiling gandum.

Suryo Banendro MP, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menggiling gandum.

Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW pada Jumat (17/09) mengadakan Festival Panen Gandum bertema “Kirab Syukur Bumi”, bertempat di Laboratorium dan Kebun FPB UKSW di Desa Salaran, Kecamatan Getasan, Semarang.

Sebelumnya, pada pukul 09.00 WIB, Dekan, dosen, penari tari prajurit, pembawa empat unsur alam, penjaga gunungan, pembawa gunungan dan mahasiswa meramaikan Kirab yang dimulai dari SMP 3 Salaran hingga pintu Desa Salaran. Mahasiswa FPB UKSW membawa hasil bumi berupa sayur-mayur dan buah-buahan yang diiringi dengan tembang Jawa, serta narasi singkat mengenai makna dari gunungan hasil panen tersebut.

Siswa SD Kanisius Salatiga kemudian menampilan tari kreasi baru, sementara mahasiswa FPB sendiri menarikan tari prajuritan untuk menyambut tamu-tamu undangan. Setelahnya, panen secara simbolis dilakukan oleh Suryo Banendro MP, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Christianto Prakoso, Koordinator Seksi Acara Festival Panen Gandum 2014, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai bentuk syukuran karena hasil panen yang dinilai maksimal. “FPB merupakan fakultas yang identik dengan gandum. Setiap tahunnya FPB menanam gandum, tetapi biasanya hasilnya kurang maksimal. Tapi tahun ini karena kita garap semua lahan dengan baik, sehingga hasilnya maksimal. Diadakanlah kegiatan syukuran dengan konsep acara Kirab Syukur Bumi,” ujar Christianto.

Kirab syukur bumi sendiri, menurut Christianto menjadi wujud rasa syukur terhadap Tuhan, karena tidak hanya bersinergi dengan sesama manusia, tetapi juga bersinergi dengan lingkungan hidup.

Perjalanan Panjang Varietas Gandum Dewata

Kegiatan penelitian dan produksi pertanaman gandum oleh FPB UKSW yang dimulai sejak tahun 2000 ini telah memasuki tahun ke-15. Setiap tahunnya, FPB UKSW selalu menanam gandum di kebun percobaan Salaran-Kopeng, Salatiga. Namun baru tahun ini FPB melakukan perayaan panen gandum tersebut.

Festival ini juga merupakan bentuk perayaan setelah berhasil menemukan satu varietas gandum tropis dataran tinggi, yaitu varietas Dewata. Munculnya varietas Dewata ini juga melalui perjalanan yang cukup panjang. Diawali dengan penanaman gandum yang berasal dari India, FPB UKSW melalui pusat studi Gandum pertama di Indonesia lalu mengadaptasikannya di Indonesia, sehingga diperoleh varietas Dewata tersebut.

Nugraheni Widyawati, Kepala Laboratorium FPB UKSW, kemudian menjelaskan bahwa Dewata merupakan salah satu gandum tropis dataran tinggi di Indonesia, selain varietas Nias, Timor dan Selayar. Pengembangan varietas gandum Dewata ini dilakukan melalui Pusat Studi Gandum UKSW, salah satu pusat studi gandum pertama di Indonesia.

“Waktu itu kami (FPB UKSW –red) berpikir, kalau gandum hanya bisa di dataran tinggi saja, bagaimana di Indonesia? Apalagi mengingat dataran tinggi di Indonesia juga tidak terlalu luas. Kebanyakan masih ditanam sayur-sayuran. Kemudian kami juga ingin mengembangkan agar ada varietas gandum yang dapat beradaptasi di dataran rendah. Nah, itu yang sedang dirintis,” ujar Nugraheni.

Pada akhir acara, Festival Panen Gandum ini juga dimeriahkan dengan ditampilkannya aneka jajanan yang berbahan dasar gandum. Jajanan tersebut antara lain adalah peyek gandum, tape gandum, wajik gandum, bubur gandum, kresikan gandum dan aneka jajanan gandum lainnya. Semua bahan dari jajanan tersebut berasal dari hasil panen produksi gandum oleh FPB UKSW.

Bima Satria Putra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, angkatan 2013. Wartawan aktif Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *