Neil Rupidara: Kami Bangga Memiliki Rumah Noto

Browse By

DSC_4141

Agus Suryono (kiri) bersama salah satu tamu undangan, melihat video yang berisi gambar interior Rumah Noto. | Dok.scientiarum.com/Robertus Adi Nugroho

Jumat (24/10), UKSW menggelar peresmian Museum Rumah Noto setelah sebelumnya dipugar selama 1 tahun. Peresmian yang dilangsungkan di halaman rumah almarhum Notohamidjojo tersebut, dihadiri oleh jajaran pengurus Ikatan Alumni Satya Wacana (Ikasatya), Walikota Salatiga, dan beberapa elemen masyarakat Kota Salatiga.

Ketua Pengurus Pusat Ikasatya, Agus Suryono, mengatakan bahwa yang berinisiatif melakukan pemugaran Rumah Noto ini adalah Ikasatya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pemugaran Rumah Noto. Rumah Noto memiliki nilai sejarah, dan ajaran-ajaran Pak Noto telah menjadi dasar UKSW sampai sekarang,” kata Agus.

Neil Semuel Rupidara, Pembantu Rektor V, dalam pidatonya menyampaikan, UKSW sepenuhnya mendukung pemugaran bangunan yang termasuk kategori cagar budaya tersebut. “Dengan peresmian ini, kami merasa bangga, karena tidak semua universitas di Indonesia memiliki situs seperti Rumah Noto,” ujar Neil.

Agus juga menambahkan, pemugaran Rumah Noto ini menghabiskan dana 700 juta rupiah dan seluruhnya berasal dari sumbangan donatur. Nantinya, Rumah Noto tidak hanya dijadikan museum, tapi juga sebagai tempat acara berkumpulnya alumni, serta menyambut tamu UKSW dari luar negeri.

Stephen Kevin Giovanni, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika, angkatan 2014. Ia tengah magang wartawan Scientiarum.

Penyunting: Ridwan Nur Martien dan Robertus Adi Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *