Mulai Jam Delapan Malam, Kamtibpus Tutup Akses ke Dalam Kampus

Browse By

Palang pintu di yang berada di samping Pos Satpam ini mulai ditutup pukul 20.00 WIB setiap harinya. | Dok.scientiarum.com/Robertus Adi

Palang pintu di yang berada di samping Pos Satpam ini mulai ditutup pukul 20.00 WIB setiap harinya. | Dok.scientiarum.com/Andreas Reuben

Sejak Senin (3/11), Keamanan dan Ketertiban Kampus (Kamtibpus) UKSW, mulai menutup akses masuk area kampus bagi kendaraan bermotor. Hal ini terlihat dari ditutupnya palang pintu di depan Posnet dan di samping Kapel Campus Ministry.

Sejatinya, palang pintu yang ada di depan Posnet tersebut, awalnya terletak persis di bawah baliho yang ada di samping Bank CIMB Niaga pada area kampus. Namun, mulai Sabtu (1/11), palang ini dipindah ke depan Posnet.

Area Kampus yang ditutup untuk kendaraan bermotor, meliputi depan Posnet hingga samping area Kapel Campus Ministry.

Aris Saefi, salah satu petugas Kamtibpus, mengungkapkan, penutupan ini dilakukan  karena banyaknya kendaraan bermotor yang masuk sampai ke dalam area kampus.

“Biasanya mahasiswa banyak yang memarkirkan motor di sekitar gedung C dan E. Seharusnya mereka parkir di tempat parkir yang disediakan. Semrawut soalnya,” kata Aris.

Dirinya juga menambahkan, dalam peraturan Kamtibpus, Kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, memang seharusnya dilarang parkir di dalam area kampus. “Maka dari itu, mulai jam delapan malam, palang pintu ini kami tutup,” tambahnya.

Eka Yoga Indarto, Kepala Kamtibpus, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penertiban agar kendaraan bermotor tidak bisa lagi parkir di dalam area kampus.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada mahasiswa untuk tidak parkir di dalam area kampus. Semua motor wajib parkir di area parkir yang sudah ada,” tegas Yoga.

Kris Triyanto, salah satu mahasiswa UKSW yang juga pengguna sepeda motor, menuturkan, dirinya mendukung langkah Kamtibpus untuk menutup palang pintu pada malam hari.

“Saya tentunya mendukung langkah penertiban ini. Karena hal ini mempermudah pihak Kamtibpus untuk mengawasi agar kendaraan bermotor tak bisa seenaknya parkir di dalam kampus pada malam hari,” ujar Kris.

Namun dia mempertanyakan, apakah kebijakan ini tetap dilakukan saat ada persiapan acara di area kampus. “Soalnya, terkadang ada juga mahasiswa yang persiapan acaranya sampai malam hari. Kebanyakan mereka juga parkir di dalam. Kalau begini kan lumayan merepotkan,” tutup Kris.

Robertus Adi Nugroho, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, angkatan 2013. Redaktur Pelaksana di Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

7 thoughts on “Mulai Jam Delapan Malam, Kamtibpus Tutup Akses ke Dalam Kampus”

  1. Januar Nur Arifin says:

    rajin gembokin motor nih bos? haha.
    -belakang gedung c-

  2. Chriz Neko says:

    Seharusnya pihak kampus kalau menemui permasalahan semacam begini mensosialisasikan ke pihak mahasiswanya juga… Bukannya mengambil keputusan sepihak, kami mahasiswa juga jadi tidak ragu untuk mengambil keputusan sepihak.

    Kalau ada kebijakan baru seperti ini, terus kami mahasiswa yang punya urusan diatas jam 8 ke kampus solusinya bagaimana? Kebijakan yang seperti ini tidak menyelesaikan masalah malah justru membuat masalah baru

  3. fti says:

    namanya juga keamanan dan ketertiban kampus. kalo emg ada keperluan kan bisa ngijin sama satpam.

  4. fhany says:

    bagaimana jika ada rapat malam untuk yang punya organisasi ? apalagi cewek ? jiwa orang kan gak pada semua sama pemberani. Takutnya jalan sendiri di area kampus kalau sudah jam malam. dan saya sudah merasakan hal itu sendiri 🙁 masih ada kebijakan dari pihak kampus ?? :'(

  5. Steven Nata Agung says:

    Pertimbangkanlah yang ada acara, rapat, kerja tugas menggunakan fasilitas wifi kampus, dll. Sedangkan kalau parkiran dalam ataupun cungkup ditutup jam 20.00/21.00 di depan LKU bagaikan parkir liar yang tidak ter-urus.
    saran buat kamtibpus jangan hanya memikirkan di pagi hari dan siang hari tetapi malam hari juga harus dipikirkan sekitar jam 20.00 – 00.00 supaya depan LKU tidak jadi parkir liar yang tidak ter-urus dikarekan CURANMOR dan jangan lupa sosialisasikan ke semua mahasiswa UKSW, dosen UKSW, alumni UKSW(kalau bisa).
    terimakasih SCIENTIARUM UKSW

  6. Budi says:

    Kalau disosialisaikan iya lambat lama pasti tertib, salam pak satpam
    Semangat menertibkan!!

    SALAM FTJE Tetap Jaya

  7. SAVE PARKIRAN says:

    ijin = ga dikasih (padahal udah jelas keperluan buat apa)
    ga ijin = nekat nerobos (karena ga dikasih ijin)
    nerobos = ketahuan tukang parkir dimarahi, disuruh ijin (padahal udah ijin g dikasih)
    sekarang = maksa nutup karena banyak yang nerobos
    lhah salah siapa? udah ijin ga dikasih, ijin udah jelas juga ga dikasih.
    kenapa ga boleh masuk? kalo masuk yang jaga siapa? takut motor ilang (katanya)?
    lhah sekarang yang kasus helm ilang aja ga pernah diusut, tanggung jawabnya mana? -_- parkiran g perlu dijaga kayaknya, ilang juga yang nanggung mahasiswa sendiri -_-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *