Andreas Ardian: Ada Hikmah dari Reakreditasi Elektro

Browse By

Semua ini berawal dari kekagetan saya melihat situs Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). 7 Oktober kemarin, ketika saya melihat situs BAN-PT, dan iseng-iseng mencari Satya Wacana. Saya dibuat kaget dengan akreditasi S1 Teknik Elektro yang telah dinyatakan kadaluarsa. Saat beberapa program studi di UKSW sedang dan sudah melakukan reakreditasi, Elektro justru seperti ketinggalan kereta.

Untuk mengkonfirmasi hal tersebut, juga untuk menghilangkan prasangka terhadap Elektro, saya menemui kepala program studi (Kaprodi) S1 Teknik Elektro, Andreas Ardian Febrianto.

Awalnya Andreas agak ragu-ragu sebelum menjalani wawancara ini. Bahkan Andreas memiliki permintaan khusus sebelum wawancara dimulai. Andreas meminta, ketika dirinya berhenti menjawab pertanyaan di tengah jalan, rekamannya dihentikan dahulu, karena ia sedang berpikir.

Namun ternyata, apa yang ia takutkan sama sekali tidak terjadi. Justru sebaliknya, saya agak takut untuk langsung menanyakan masalah reakreditasi ini, jadi saya bertanya tentang serba-serbi Teknik Elektro terlebih dulu.

Dosen Teknik Elektro ada 10 orang yang aktif, masih dibantu empat orang yang sudah purnatugas dan tiga dosen Sistem Komputer. Ada pula empat orang laboran dan tiga orang staf TU. Tahun ini jumlah mahasiswa yang masuk Teknik Elektro meningkat menjadi 75 orang, biasanya 50-an orang.

Lalu, ketika saya masuk ke pertanyaan inti, didapatkan titik terang perihal reakreditasi yang terlambat. Ternyata Elektro sudah membentuk satgas (satuan tugas) reakreditasi menjelang akreditasinya kadaluarsa, 23 Mei 2014 lalu. Waktu itu Kaprodi S1 Teknik Elektro masih dipegang Dalu Setiaji—sekarang Kalab (Kepala Laboran) FTEK (Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer). Andreas sendiri merupakan sekretarisnya. Anggota lainnya adalah Iwan Setiawan—Dekan FTEK, Hartanto—Wakil Dekan, Ivana K. Timotius—Korbidkem (Koordinator Bidang Kemahasiswaan), Saptadi Nugroho—Kaprodi S1 Sistem Komputer, Dewantoro—Ketua konsentrasi Teknik Elektronika, dan satu staf TU yang khusus mengurusi reakreditasi.

Andreas sendiri mengakui bahwa pengiriman berkasnya agak mepet karena mereka mematangkan berkas terlebih dulu agar siap divisitasi. Andreas ketika itu melihat visitasi S2 Biologi yang cepat sekali, dua minggu setelah pengiriman berkas langsung divisitasi.

Setelah berkas dikirimkan jelang batas akhir 23 Mei, mereka menunggu surat dari BAN-PT yang menyatakan bahwa berkas mereka sudah diterima. Dan surat tersebut sudah keluar. Tetapi, karena bagi mereka itu merupakan data rahasia, surat tersebut tak bisa saya dapatkan.

Dan setelah Andreas mengirim berkas, sempat ada revisi, dan berkas hasil revisi pun sudah diterima BAN-PT.

Setelah keluar surat dari BAN-PT tersebut, Andreas—yang menjabat kaprodi sejak 1 Agustus 2014—dan seluruh staf Elektro menunggu visitasi asesor BAN-PT.

BAN-PT setelah itu belum mengirim kabar apapun, dan mereka pun tak berani bertanya ke BAN-PT, karena mereka menuruti aturan dari BAN-PT.

Karena Andreas, dkk sudah menunggu BAN-PT sekitar 5 bulan tetapi belum ada kabar visitasi, menurut informasi para profesor UKSW yang juga asesor BAN-PT, ada kemungkinan tidak akan divisitasi karena mungkin jika dilihat dari berkas, aksara-nya (nilai akreditasi—red) tetap.

“Kami sudah berusaha, tinggal menunggu informasi dari BAN-PT. Berkas telah kami kirim dan mereka sudah menerima. Kata para profesor yang juga asesor BAN-PT, seharusnya BAN-PT memberi kabar visitasi paling lama 3 bulan. Bisa saja kami tidak dikunjungi karena asesor di bidang teknik personilnya tidak banyak, dan jika tidak ada naik aksara atau turun aksara, ada kemungkinan tidak dikunjungi BAN-PT,” kata Andreas.

banpt

Status Elektro yang belum diperbarui.

banptbaru

Telah diperbarui per 29 November 2014.

Menurut Andreas, mahasiswa sudah mengetahui masalah ini, tetapi tidak mengganggu perkuliahan. Mereka lebih ingin perkuliahan setiap semester lancar, mata kuliah bisa muncul sesering mungkin, dan dapat mengatasi masalah-masalah teknis dalam perkuliahan.

Ternyata sebelum saya menanyakan hal ini, ada alumni Elektro yang sudah bertanya mengenai hal yang sama. Andreas pun memberi penjelasan yang sama kepada orang tersebut.

Di balik semua itu, Andreas mengaku mendapat hikmah dari kejadian ini. “Pelajaran yang kami petik dari pengalaman kali ini, kami akan menyiapkan berkas reakreditasi selanjutnya pada 2018. Sehingga ada tenggang waktu paling tidak setengah tahun sebelum tanggal habis masa berlakunya,” tutup Andreas.

Beberapa waktu usai wawancara, akhirnya ada titik terang dari BAN-PT. Saya coba untuk mengecek kembali akreditasi Teknik Elektro UKSW pada 29 November2014, dan tercantum di situ ‘dalam proses reakreditasi’.

Stephen Kevin Giovanni, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika, angkatan 2014. Wartawan magang Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

One thought on “Andreas Ardian: Ada Hikmah dari Reakreditasi Elektro”

  1. Eka Simanjuntak says:

    Hikmahnya apa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *