Seminar Matematika FKIP, Libatkan Presiden Jancukers

Browse By

Penampilan Presiden Jancukers memainkan saksafon di Balairung Universitas. | Foto: Biro Promosi Hubungan Luar UKSW

Penampilan Presiden Jancukers memainkan saksafon di Balairung Universitas. | Foto: Biro Promosi Hubungan Luar (BPHL) UKSW

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), menggelar Seminar Nasional dengan tema “Matematika adalah Ilmu atau Seni”, pada Sabtu (14/2).

Seminar ini melibatkan 220 mahasiswa dari prodi Pendidikan Matematika serta prodi lain di FKIP. Sejumlah mahasiswa dari fakultas lain, dan masyarakat umum juga turut tampak dalam acara ini.

Budayawan Sudjiwo Tedjo menjadi pembicara utama dalam seminar ini. Seminar dimulai pada pukul 08.00 di Balairung Universitas yang dihadiri rektor UKSW John Titaley. John dalam sambutannya menjelaskan, tuntutan kita akhirnya bisa bertemu dengan  Sudjiwo Tedjo sebagai “Bapak Kebudayaan dan Seni”, yang bisa menyiapkan waktu untuk hadir dalam acara seminar. Dia berharap kepada mahasiswa agar bisa memanfaatkan Sudjiwo Tedjo sebaik mungkin, untuk menambah wawasan di bidang ilmu matematika demi masa depan.

Sujiwo Tedjo menjelaskan, ilmu matematika adalah sebuah seni atau dasar dari sebuah alam. Dia mencontohkan bilangan Fibbonaci yang dapat kita jumpai pada benda-benda yang berada di alam seperti cangkang keong, pola bunga, serta tubuh manusia. Lebih lanjut, “Matematika juga suatu bahan hitungan, hitungan yang membuat orang lain malas belajar. Itulah sebabnya  yang paling terpenting dari matematika adalah melihat pola atau kemampuan dari orang lain yang tidak melihat dalam penerapan ilmu,” tutur Sudjiwo.

Dalam acara tersebut, mahasiswa juga diberi kesempatan berdialog dengan Sudjiwo yang mengenakan topi koboi, lengkap dengan kemeja hitam, jaket kulit dan sarung putih bergambar tokoh-tokoh ilmuan.

“Orang yang bergerak di bidang matematika harus menghargai esensi dan pola, serta memiliki kemampuan dalam menerapkan ilmu. Sebab matematika bukan hanya sebatas empiris saja,” jelas Presiden Jancukers itu.

Dalam acara tersebut Sujiwo memberi hiburan kepada peserta seminar dalam bentuk vokal serta permainan alat musik saksafon dan gitar. Menurutnya, ilmu matematika juga mencakup berbagai macam konsep, salah satunya musik, sebab musik adalah alat-alat yang mempunyai bunyi dan bagian dari hitungan matematika.

“Matematika adalah sebuah orkestrasi dari semua konsep, sementara musik adalah matematika yang berbunyi,” tambahnya.

Mas’ud Rifai, ketua panitia, menjelaskan maksud tema seminar ini sebagai ajang untuk merangkul wawasan mahasiswa secara universal, agar nanti ke depan penerapan Ilmu Matematika lebih aplikatif dalam bidang seni atau musik.

Randy Kardi Buladja, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi, angkatan 2014. Wartawan magang Scientiarum.

Penyunting: Pranazabdian Waskito dan Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *