Wisuda Periode III 2014/2015 Anggarkan Dana 490 Juta Rupiah

Browse By

Dok.scientiarum.com/Vincentius Wijaya Adiguna

Dok.scientiarum.com/Andreas Reuben Oktavius

Sabtu (14/3), di Balairung UKSW berlangsung wisuda periode III tahun 2014/2015. Periode ini, universitas menganggarkan dana sebesar Rp 490 juta untuk melepas 771 winisuda.

Suharyadi, kepala Biro Administrasi Akademik (BAA), menjelaskan bahwa biaya Rp 490 juta ini termasuk biaya tetap seperti sewa genset dan biaya variabel seperti pembelian tas wisuda untuk mahasiswa, cetak kartu undangan, pembelian toga, serta yang lainnya.

Suharyadi menuturkan, pada periode ini universitas mungkin mengalami defisit.  Hal ini disebabkan banyak harga barang yang mengalami kenaikan, seperti harga kain pembuatan toga, sewa tenda, dan biaya variabel yang tidak dapat diprediksi di lapangan. Namun, nilainya belum dapat dipastikan karena laporan pertanggungjawabannya belum selesai. Berbeda dengan wisuda periode lalu yang universitas mengalami surplus Rp 2,7 juta, karena jumlah winisuda yang banyak dan adanya dana tali asih dari 30 bank.

“Di anggaran masih defisit tapi nanti realisasinya belum tentu, kan kita anggarkan biasanya lebih besar. Kalau kita anggarkan terlalu mepet, tidak bisa, harus di up-kan (menaikkan anggaran—red),” jelas Suharyadi.

Tahun ini, ada pemberian tali asih sebesar Rp 300 ribu rupiah kepada 48 mahasiswa dengan IPK tertinggi dari setiap program studi dan mahasiswa berprestasi non-akademik. Ada tiga bentuk tali asih yang diberi, yakni bentuk tunai dari universitas, kedua dalam bentuk rekening dari bank kerja sama, ketiga, berbentuk kartu Flazz dari BCA senilai Rp 175 ribu rupiah per kartu, serta tambahan uang tunai dari universitas senilai Rp 125 ribu rupiah. Jadi, tiap mahasiswa mendapat nilai tali asih yang sama. Dana tali asih dari universitas berasal dari biaya pendaftaran wisuda per mahasiswa, sponsor dan Ikatan Alumni Satya Wacana (Ikasatya).

Setiap mahasiswa wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 600 ribu rupiah untuk ikut prosesi wisuda, sedangkan mahasiswa in absentia (tidak hadir dalam prosesi—red) kena biaya Rp 150 ribu rupiah untuk pengambilan map ijazah, buku wisuda, CD dokumentasi, dan dana tali asih bagi mahasiswa peraih IPK tertinggi.

Mahasiswa akan mendapat baju toga, topi dan tanda kelulusan (kucir), bandul UKSW, selendang, map ijazah, buku wisuda, foto wisuda, CD dokumentasi prosesi wisuda, dan kudapan. Untuk tiap undangan tambahan kena biaya Rp 40 ribu per orang. Jumlah tamu undangan maksimal 300 orang, mengingat keterbatasan tempat.

Seputar Wisuda

Pada periode ini, John Titaley, rektor UKSW, meluluskan 771 winisuda yang terdiri dari 17 mahasiswa program diploma, 616 mahasiswa program sarjana, 130 mahasiswa program magister, dan 8 mahasiswa program doktoral. Peraih IPK tertinggi yang hadir dari masing-masing jenjang adalah Elvina Rosa dari program studi S1 Akuntansi: 3,98, Fendiwati dari program studi S2 Manajemen Pendidikan: 3,95, dan Tedi Kholiludin dari program studi S3 Sosiologi Agama: 4.

Beberapa peraih IPK tertinggi yang tidak hadir dari masing-masing jenjang yakni Cicik Rizky Wiratma dari D3 Komputerisasi Akuntansi: 3,08, Rindo Bagus Sanjaya dari D4 Destinasi Pariwisata: 3,62, Kevin Ananta Kurniawan dari S1 Teknik Elektro: 4, Susilawati dari S2 Manajemen: 4, dan Kalvinsius Jawak dari S3 Sosiologi Agama: 4.

Rut Christin, mahasiswi Fakultas Biologi, angkatan 2014. Wartawan magang Scientiarum. Ikuti kicauannya di @rutkelistine.

Penyunting: Stephen Kevin Giovanni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *