Trimester atau Triwulan?

Browse By

Mendengar, melihat, atau membaca kata trimester, kata ini terpotret oleh mata atau masuk ke dalam lubang telinga, baik kanan-kiri. Apa yang dirasakan otak ketika mendengar kata ini? Biasa saja? Sudah wajar? Atau otak masih punya interpretasi menafsirkan maksud dari kata ini? Bagi masyarakat dianggap biasa, banyak istilah salah kaprah namun telah menjadi jargon umum. Jadinya, semua menganggap normal-normal saja. Padahal, kalau mau dianalisa lebih lanjut dari segi penggunaan bahasa.

Trimester memiliki makna yang luas, sesuai dengan konteks pemakaiannya. Trimester lazim digunakan dalam dunia kehamilan. Biasanya, wanita yang mengandung calon bayi (hamil). Ada istilah trimester pertama hingga trimester ketiga. Wanita hamil dibagi menjadi tiga trimester. Kehamilan adalah keadaan di mana seorang waninta membawa embrio atau janin di dalam tubuhnya.

Trimester juga sering digunakan dalam dunia medis, seperti dalam penyakit Rubella (bahasa Jerman dari penyakit campak) dan gangguan pembangkangan memberontak. Rubella  adalah infeksi virus akut yang menyebabkan penyakit ringan pada anak-anak dan penyakit ini lebih parah pada orang dewasa. Gangguan pembangkangan memberontak (oppositional defiant disorder/ ODD) adalah gangguan yang terutama ditemukan pada anak-anak dan remaja. Hal ini ditandai dengan perilaku negatif, tidak taat, atau menantang yang lebih buruk dari perilaku nakal normal, yang kebanyakan anak tunjukkan dari waktu ke waktu. Bingung?

Tak ingin membahas lanjut istilah-istilah dalam kehamilan atau medis, yang ingin dibahas adalah etimologi kata trimester. Trimester tidaklah berasal tri (tiga) dan semester (tengah tahun, enam bulan). Bukan juga berasal dari kata tri (tiga) dan mester. Mestér dalam bahasa Jawa berarti lantai. Kalau yang terakhir tidak perlu dibahas karena tak ada mutu, masa iya “tiga lantai”? Tapi yang awal, menarik digubris. Tiga dan enam bulan, berarti tiga dikalikan enam bulan, jadinya delapan belas bulan. Trimester dapat diartikan delapan belas bulan, jauh melampaui tiga bulan. Dalam KBBI pun, tak ditemukan kata trimester.

Ilustrasi oleh Pranazabdian Waskito

Ilustrasi oleh Pranazabdian Waskito

Penelusuran pun berlanjut. Rasa skeptis makin memberontak untuk cari tahu. Mencoba melancong secara maya ke pustaka negeri Paman Sam, membuka kamus Oxford Dictionaries  Languages Matters. Ternyata dalam bahasa Inggris terdapat kata trimester. Arti pertama adalah “A period of three months, especially as a division of the duration of pregnancy. Periode tiga bulan, khususnya untuk waktu kehamilan. Arti kedua, North American, Each of the three terms in an academic year. Untuk menunjukkan tiga bulan dalam tahun akademik di Amerika Utara. Contoh kalimatnya, “Other schools are experimenting with trimesters.” Artinya, beberapa sekolah tengah bereksperimen dengan trimester. (Baca juga: Semester atau Trimester: Kado 51 Tahun UKSW)

Tahun akademik di Amerika ternyata terdiri dari dua term yang disebut sebagai semester dan tiga term kalender yang disebut sebagai sistem trimester. Sebagian lagi menggunakan sistem kuarter dari empat term, termasuk sesi pilihan musim panas. Hal ini, juga berlaku di dunia pendidikan Australia. Melalui kajian ini, saya jadi paham. Trimester yang diterapkan di Universitas Kristen Satya Wacana berasal dari bahasa Inggris. Benarkah? (Baca juga: Senter Ulang Trimester)

Di Indonesia, trimester sudah sering digunakan. Demikian pula, kadang terdengar kata dwimester, kata ini sebenarnya tidak layak juga. KBBI juga tidak mencatat. Jika menarik garis lurus dari trimester, berarti dwimester adalah dua bulan. Lain, berangkat dari kata semester yang berartikan enam bulan. Dwimester berarti dua kali dari enam bulan jadinya dua belas bulan. Tapi dua belas bulan tidak enak juga disebut dwimester, lebih akrab setahun (satu tahun).

Namun, saya teringat dahulu saat pendidikan Bumi Pertiwi menggunakan kurikulum 1994, ada istilah caturwulan (cawu). Empat bulan untuk membagi kalender akademik pendidikan. Beranjak dari cawu, alangkah baiknya jika dalam bahasa Indonesia, trimester menjadi “triwulan”. Dalam KBBI, triwulan diartikan sebagai tiga bulan (kuartal). Jadi, ada dwiwulan, triwulan, caturwulan. Triwulan dipakai juga dalam istilah laporan keuangan perusahaan, laporan pencairan tunjangan, atau operasional dalam lembaga-lembaga tertentu. Ada juga, yang memakai istilah triwulan kehamilan dibanding dengan trimester. Mungkin, triwulan akademik juga bisa.

Apa perlu, semua kembali ke lidah dan telinga masing-masing? Sebagaimana menu yang enak atau musik yang cocok didengarkan. Bukan pula sebagai yang “latah” diucap dan didengarkan. Tidak juga kesukaan tangan dalam menulis atau sekarang lebih lazim “mengetik”. Bahasa memang terkadang sulit dimengerti dan sulit dipahami. Maka, salah makna pun tak heran dapat terjadi. Lalu bagaimana? Kembalilah memandang raut muka masing-masing di cermin.

Pranazabdian Waskito, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, angkatan 2014. Wartawan Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *