Genangan Air Ancam Generator Listrik Gedung C

Browse By

Genangan air di atap generator listrik gedung C. | Dok.scientiarum.com/Arya Adikristya Nonoputra

Genangan air di atap generator listrik gedung C. | Dok.scientiarum.com/Arya Adikristya Nonoputra

21 November 2014, Ferry Wijaya mahasiswa Fakultas Biologi UKSW, mendapati adanya genangan air di atap generator listrik gedung C. Sedangkan generator listrik ini masih berfungsi mengalirkan listrik ke gedung C.

“Laboret ngomong itu kedap air, tapi tetap saja sih menakutkan. Soalnya di atas atap itu juga kabel-kabel semua, mungkin kegigit tikus atau bagaimana nantinya. Saya khawatirnya seperti itu,” ungkap Ferry.

Berdasarkan pantauan Scientiarum, pada musim hujan, atap generator listrik tersebut akan tergenang air hujan, sehingga kabel-kabel di atap generator listrik juga akan terendam air. Genangan air ini disebabkan saluran air yang tersumbat lumut.

Pada bagian pojok kanan atas ada pipa saluran yang semestinya jadi jalan pembuangan air yang menggenang di atap. Tapi, saluran tersebut tersumbat lumut. | Dok.scientiarum.com/Andreas Reuben Oktavius

Pada bagian pojok kanan atas ada pipa saluran yang semestinya jadi jalan pembuangan air yang menggenang di atap. Tapi, saluran tersebut tersumbat lumut. | Dok.scientiarum.com/Andreas Reuben Oktavius

Saat pertama kali menemukan genangan air itu, Ferry segera melaporkan keadaan ini ke Komisi D BPMU,  melalui komentar di grup Facebook. Komentar tersebut diikuti tanggapan beberapa mahasiswa penghuni gedung C. Beberapa mengatakan genangan air itu membahayakan kabel dan generator di dalamnya, sehingga harus ditindaklanjuti.

Meilana Amrih Lestari, anggota Komisi D BPMU, mengatakan, “Beberapa kali sempat kami rapatkan ini, tapi ada yang bilang itu enggak apa-apa sudah diperhitungkan. Tapi, sebagian besar memang teman-teman mengatakan bahaya, itu harus segera ditindaklanjuti.”

Pihak BPMU sendiri telah berkoordinasi dengan Arief Sadjiarto, Pembantu Rektor III. Arief meminta agar BPMU mencatat fasilitas kampus apa saja yang membutuhkan perbaikan. BPMU sedang dalam proses mencatat daftar fasilitas kampus yang membutuhkan perbaikan, termasuk generator listrik, atas usulan dari mahasiswa penghuni gedung C.

“Dua minggu yang lalu kami dari BPMU bertemu PR III untuk membahas fasilitas kampus. Kami disuruh membuat semacam proposal untuk rekomendasi fasilitas kampus yang butuh perbaikan. Saat ini kami sedang dalam proses me-list (mendaftar – red), termasuk generator usulan dari anak-anak gedung C,” tutur Meilana.

Skala Prioritas Bisa Berubah

Saat dimintai tanggapan atas genangan air di atap generator listrik gedung C, Rusmanto, kepala Pemeliharaan dan Pendayagunaan Aset, mengatakan, “Bangunan ini kedap air, jadi tidak akan bocor. Teman-teman (petugas listrik – red) menunda itu. Tenang saja.”

Sekitar awal Maret 2015, listrik gedung G UKSW padam karena ada kabel utama yang digigit tikus. Rusmanto mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini masih fokus untuk menyelesaikan perbaikan listrik gedung G. Setelah menyelesaikan perbaikan tersebut, mereka akan merealisasikan jadwal yang telah dibuat pada awal periode. Salah satunya, perbaikan gedung C.

“Kami punya skedul (jadwal – red), tapi skala prioritas bisa berubah. Kalau kondisi ekstra darurat seperti itu, mau tidak mau gedung G harus hidup dulu. Kerusakan yang lain bukan diabaikan, tapi ditunda,” tukas Rusmanto.

Reswanty Tonglolangi, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, angkatan 2013. Wartawan Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *