Renovasi BU, Wisuda Terpaksa di Lapangan

Browse By

Renovasi Balairung Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang direncanakan sejak April lalu, kini baru dimulai digarap berdasarkan Surat Pelaksanaan Kerja Senin (8/6). Berbagai kegiatan yang biasanya memakai BU pun dialihkan ke tempat lain.

Wisuda mahasiswa yang rencananya berlangsung bulan Agustus, terpaksa dipindah di lapangan sepak bola UKSW. Begitu pula dengan Orientasi Mahasiswa Baru 2015 telah dikondisikan pihak kampus, sehingga pelaksanaanya akan memakai sejumlah ruang kelas.

Deddy Prasaja, Kepala Biro Manajemen Kampus, menyatakan bahwa proses penggarapanjadi foto berita mundur karena kendala jadwal. Namun, sejak April memang sudah perencanaan, seperti penggarapan desain dari arsiteknya.

“Awalnya memang April, ternyata ada pejabat yang akan datang. Memang Biro Teknologi dan Sistem Informasi UKSW sudah menutup bagi yang akan menggunakan BU,” tambah Deddy.

Dalam renovasi ini, kampus bekerja sama dengan kontraktor PT. Nugraha Karya Graharta serta pengawas dari PT. Aksana Karya. 38 pekerja borongan berdasarkan sistem tender melakukan pengerjaan yang ditargetkan selesai pada pertengahan Oktober 2015.

“Sebelumnya telah dikerjakan di Semarang untuk persiapan dan proses pemotongan bahan-bahan, sehingga di sini (BU-red) siap untuk dikerjakan. Selain itu proses penggarapan di dalam ruangan juga telah dikerjakan sebelum BU ditutup pagar seng,” katanya.

Soal anggaran, Deddy belum bisa memberikan informasi yang pasti. Hal ini disebabkan karena BMK hanya sebagai pihak operasional saja. Sedangkan, pimpinan UKSW yang bisa memberikan informasi terkait anggaran.

“Final anggaran saya belum tahu, karena ada perubahan anggaran. Ini terkait dengan perubahan atap sekarang pelana akan dibuat limasan agar lebih bagus dan kuat untuk mencegah kebocoran di talang,” tambah Deddy.

Tidak Ada Perubahan Total

Konsep BU ke depan tidak jauh dari yang lama. Tidak ada perubahan total. Yang beda hanya konsep atapnya saja, sedangkan kapasitasnya tetap.

Rencana desain renovasi BU 2015.

Rencana desain renovasi BU 2015.

Fondasi BU direnovasi agar lebih kuat. Konsep pembangunan difokuskan untuk memperbaiki kolom-kolom (tiang-tiang penyangga) tribun yang sering dipenuhi, agar tidak goyang dan bergeser. Kolom-kolom akan dikupas dan betonnya akan dilapisi dengan wrap. Wrap adalah pelapis kolom dari model FRP (Fibre Reinforce Polymer), berfungsi untuk penguatan struktur bangunan yang memperkuat kapasitas beban dan geser pada kolom. Perbaikan lainnya juga mencakup talang-talang yang bocor.

Teguh Wahyono,  Pembantu Rektor II UKSW, menuturkan bahwa pembangunan BU menghabiskan biaya 3 milyar rupiah. Nilai ini naik dari perencanaan awal sebesar 1,5 milyar dikarenakan perbaikan yang dilakukan tidak hanya pada atap, tetapi juga penguatan struktur BU terutama bagian tribun.

Dari hasil uji laboratorium Universitas Diponegoro, ternyata BU UKSW teridentifikasi bahwa beberapa kali bergetar, dan menimbulkan goyangan pada tribun apabila diisi penuh oleh orang.  “Sebenarnya hasil uji laboratorium Undip mengatakan bahwa tribun itu aman tetapi kurang nyaman. Secara kekuatan jika dites masih dalam kategori mampu untuk menampung tetapi tidak nyaman karena bergetar,” ungkap Teguh.

Pranazabdian Waskito, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, angkatan 2014. Liputan ini dikerjakan bersama Rut Christine.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

One thought on “Renovasi BU, Wisuda Terpaksa di Lapangan”

  1. mahasiswa abadi says:

    pakai baja ringan kliatannya bisa lebih kuat dibanding bambu,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *