Menuju SMU yang Sinergis

Browse By

Sidang Istimewa pemilhan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana 2015-2016 melibatkan calon tunggal, Albert Oloan Tona’as Karwur dari Fakultas Biologi. Mulanya, selain Albert, ada calon lain yaitu Yanuar Jaka Pertama dari Fakultas Pertanian dan Bisnis. Namun, Yanuar mengundurkan diri dari pencalonan pada Jum’at (10/7),  melalui pesan seluler ke satuan tugas (satgas) pemilihan.

Sidang dimulai pukul 09.00 di depan kantor Fakultas Sains dan Matematika, Selasa (14/7). Sebelumnya, satgas merencanakan sidang di samping Rumah Noto. Tetapi, ada kesalahan komunikasi antara pihak Keamanan Ketertiban Kampus dengan Biro Manajemen Kampus.

“Agak meleset, saya berharap di sini bisa seramai Rumah Noto. Tapi, karena sudah mendekati libur jadi sepi,” ungkap Aberson Cesar, koordinator satgas, yang merupakan mahasiswa  Fakultas Biologi.

Peserta sidang tetap merupakan fungsionaris Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas dengan jumlah 20 orang, dengan demikian sidang bersifat kuorum. Selain itu peserta sidang tidak tetap berasal dari mahasiswa undangan dan yang lalu lalang di sektiar lokasi. Adapun, sidang tidak dihadiri oleh rektor dan pembantu rektor III UKSW karena ada rapat pimpinan.

Sidang dipimpin oleh Malinton Fauly Tampubolon, pimpinan sidang 1, Ketua Umum BPMU, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi. Sedangkan pimsid 2 adalah Hermy Rambu Ndjudi, Sekretaris Umum BPMU, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan.

Albert memaparkan visinya yaitu, menjadikan SMU sebagai wadah pengembangan karakter bagi mahasiswa UKSW. Ciri yang dimaksudkan adalah kritis-prinsipil, intergritas, non-konformis, inspiratif, tanggap, serta peka terhadap perkembangan globalisasi dunia.

Visi Albert juga berdasarkan kekeluargaan dan nilai-nilai kristiani yang universal. Aspek profesionalitas kerja ditekankan oleh mahasiswa yang pernah menjadi fungsionaris SMU periode 2013-2014 dan ketua umum SMF Fakultas Biologi periode 2014-2015. Hal ini guna memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, universitas dan masyarakat.

Sedangkan, misinya antara lain mengoptimalkan dan mengkoomodir peran serta fungsi humanistik pun profesional skill Senat Mahasiswa Fakultas secara tepat dan efektif. Albert juga mengarah ke internasionalisasi UKSW guna pengembangan pola pikir mahasiswa.

“SMU harus bisa membina hubungan sinergis antara lembaga internal maupun eksternal kampus demi tercapainya dampak nyata dalam menyikapi permasalahan masyarakat dan negara,” papar Albert.

Hal itu diawali dengan menjadikan SMU sebagai basis pengkaderan, agar terbentuk pemimpin yang berdaya cipta. Serta, mengembangkan peran media sebagai bentuk transparasi dan pertanggung jawaban aspirasi mahasiswa.

“Berbicara pemimpin itu bicara soal dampak, apa yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar kita. Hal inilah yang harus ada dalam pemimpin transformatif berjiwa Satya Wacana yaitu memiliki roh Satya Wacana. Hal ini dirumuskan dalam Souverenitas, Normativitas, Aktualitas dan Sosialibitas. Dan pemimpin yang transformasional harus dimulai dari diri sendiri yaitu tercapainya personal victory sebelum berdampak ke orang lain,” tambah Albert.

Ida Otemusu, peserta sidang tidak tetap dari Fakultas Psikologi, mengatakan bahwa mahasiswa kurang antusias. Untuk  jalannya sidang, Ida mengungkapkan sidang sudah sesuai dengan pedoman. Walaupun ada kesalahan dari tata tertib, namun pimsid sudah mengklarifikasi sehingga sidang berjalan kembali.

“Untuk ke depan saya berharap bahwa SMU sebagai lembaga eksekutif dapat bersinergi dengan BPMU dan LKF,” tambah Ida.

Sidang tertutup dilaksanakan di ruang F207 pada hari itu pukul 16.00, diikuti oleh peserta sidang tetap. Terkait hasil sidang, BPMU tidak akan memberitahukan hingga waktu yang ditentukan pihaknya.

“Pengumuman sidang tertutup tidak boleh disebarluaskan. Itu jadi hak konsumsi kami. Untuk notulensi juga tidak sembarangan dipegang orang, harus dijaga kerahasiaannya. Ada batasan dan kode etik masing-masing, ada hal yang perlu dipaparkan maupun tidak,” tegas Malinton.

Pranazabdian Waskito, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, angkatan 2014. Wartawan Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

2 thoughts on “Menuju SMU yang Sinergis”

  1. Mahasiswa Biasa says:

    “Pengumuman sidang tertutup tidak boleh disebarluaskan. Itu jadi hak konsumsi kami. Untuk notulensi juga tidak sembarangan dipegang orang, harus dijaga kerahasiaannya. Ada batasan dan kode etik masing-masing, ada hal yang perlu dipaparkan maupun tidak,” tegas Malinton.
    ————————————————————————————–
    Entah kenapa jawaban di atas tidak begitu enak saya baca. Jika mau membaca berita pemilihan BPMU kemarin yang punya judul “Menuju BPMU yang Terbuka dan Pro-mahasiswa”, saya jadi timbul pertanyaan bagi Scientiarum ataupun BPMU. Apakah judul yang dibuat Scientiarum kemarin itu hanya asumsi pribadi penulis? Atau BPMU memiliki arti (definisi) kata “terbuka” dalam versi sendiri? Kalaupun punya versi sendiri, tolong BPMU jabarkan kata “terbuka” versinya sendiri, supaya kami mahasiswa biasa bisa tahu BPMU seterbuka apa pada kami dan pro-mahasiswa seperti apa? Tolong dijawab ya. Makasih.

  2. Pranazabdian Waskito says:

    Kepada manusia biasa. Coba di cek paragraf sebelumnya.

    “Sidang tertutup dilaksanakan di ruang F207 pada hari itu pukul 16.00, diikuti oleh peserta sidang tetap. Terkait hasil sidang, BPMU tidak akan memberitahukan hingga waktu yang ditentukan pihaknya.”

    Artinya, BPMU tetap akan memberitahukan hasil sidang tertutup sesuai waktu yang telah mereka tetapkan.
    Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *