Mahasiswa dan Denda Perpus

Browse By

Layanan sirkulasi Perpustakaan UKSW lantai 4

Layanan sirkulasi Perpustakaan UKSW lantai 4.

Antusiasme mahasiswa terhadap Perpustakaan Universitas (PU) Satya Wacana Salatiga sangat besar. Mereka memanfaatkan proses sirkulasi (peminjaman buku), referensi, ruang untuk mengerjakan tugas, serta laboratorium komputer. Dalam kesehariannya, proses sirkulasi berlangsung secara rutin dan tak pernah berhenti. Terkadang ramai pengunjung untuk meminjam atau mengembalikan buku, kadang pula sepi. Tergantung jam-jam ataupun keperluan dari mahasiswa itu sendiri.

Dalam perjalanannya, tak jarang mahasiswa terlambat mengembalikan buku dari tanggal yang telah ditetapkan sehingga terkena denda. Ya, denda itu cukup ringan karena per-buku hanya dikenakan tarif Rp 500,-/hari. Tapi, jika dihitung-hitung dan mahasiswa lupa, bayangkan saja tarif itu dikalikan berapa jumlah buku dan hari.

Jika diamati, sering mahasiswa mengembalikan buku sambil bertanya, “Pak, apakah saya kena denda?” Dendanya pun bermacam-macam jumlahnya. Sampai ada kasus, mahasiswa merasa tidak meminjam buku namun dendanya mencapai Rp 1 juta-an. Lantas aja mahasiswa itu kaget, padahal mahasiswa itu akan mengikuti wisuda. Namun, niat wisuda dapat tercapai dengan melunasi denda terlebih dahulu.

Kasus lain, seorang mahasiswa mengatakan bahwa dia pernah mengembalikan buku. Tetapi, pasca buku itu sudah dikembalikan, denda tersebut masih berjalan. Lalu, bagaimana ini dapat terjadi?

Bicara soal mahasiswa dan denda tersebut, kita dapat menelaah dua hal yaitu sistem dan manusia. Yang jelas sistem di perpustakaan memudahkan dimana proses sirkulasi berlangsung. Jaringan internet memfasilitasi sistem itu. Dengan hal ini, pasti ada harapan untuk dapat berjalan secara praktis, efektif dan efisien. Tapi, perlu ditinjau ulang lagi, agar tahu kelemahan yang harus diperbaiki. Hal ini, karena adanya kasus-kasus seperti di atas.

Tapi, sistem tidak lepas dari manusia. Ada dua, yaitu petugas dan pengunjung. Harus ada sinergi antara sistem, petugas, serta pengunjung. Pengunjung dalam hal ini mahasiswa, telah diberikan fasilitas untuk cara meminjam, melihat batas tenggat waktu peminjaman, memperpanjang buku, mem-booking buku, ataupun mengecek denda. Ya, yang jelas biasanya telah dijelaskan saat Orientasi Mahasiswa Baru (OMB). Diterangkan mengenai fungsi dan kegunaan Web Opac yang dapat diakses di www.webopac.uksw.edu. Kenyataannya, banyak mahasiswa yang tidak memahami cara menggunakan Web Opac.

Dalam kasus-kasus ini, tidak pantas kita hanya menyalahkan sistem atau petugas saja. Mahasiswa dituntut teliti dan aktif dalam mengecek pinjamannya. Misalkan, mahasiswa rutin membuka Web Opac, dari jauh hari pasti tahu dan bisa konfirmasi ke PU bahwa ada kejanggalan dalam proses sirkulasi, sebelum denda menumpuk. Jika, pinjam lewat Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) teman, dengan alasan tertentu ya harus sering berkoordinasi dengan teman yang bersangkutan juga. Ya, intinya harus ada sinergi bersama. Sering-sering saja membuka fasilitas yang telah diberikan itu. Semoga bermanfaat!

Redaksi Scientiarum.

One thought on “Mahasiswa dan Denda Perpus”

  1. areea51 says:

    aku udah pernah nyicil denda pas kemarin nanya koo dendaku masih sama. Pas dicek katanya aku belum pernah bayar denda duuh dek :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *