Sistem Baru Sirkulasi Perpus Noto

Browse By

Awal bulan Agustus, bagian sirkulasi perpustakaan UKSW telah menetapkan kebijakan baru terkait masa aktif keanggotaan perpustakaan UKSW dan layanan peminjaman buku. “Kita memberlakukan masa aktif keanggotaan satu tahun, di mana setiap masa transisi perkuliahan (31 Juli-1 Agustus) kita akan memblokir mahasiswa yang memiliki pinjaman yang sudah terlambat dan masih ada tanggungan denda,” terang Nelfrits Christopher, Kepala Bagian Teknologi dan Sistem Informasi Perpustakaan UKSW.

Menurut Christopher, kebijakan ini sebenarnya bukanlah kebijakan baru. Yang membedakan, sekarang ada sistem komputer yang menangani. “Sebelum ada sistem otomatis, proses kerja seperti ini sudah dilakukan, namun batasnya masa perkuliahan. Jadi setiap akhir semester, buku harus kembali, kita akan mulai baru di semester berikutnya,” ungkapnya.

Kebijakan baru ini akan membatasi denda satu buku 50 ribu dengan sistem yang secara otomatis akan memblokir    denda jika sudah mencapai batas ketentuan.  “Walaupun denda satu buku hanya 50 ribu, jika dikali enam buku kan sudah lumayan besar. Apalagi kalau sampai bukunya hilang, itu ada proses penggantiannya lagi. Denda minimal sekian kemudian ada biaya penggantian buku, otomatis biaya akumulasinya terasa besar. Tapi sistem kita juga ada sistem pencicilan,” jawabnya.

“Sebenarnya denda itu bukan untuk keuntungan perpustakaan karena denda itu juga akan ke bagian keuangan. Tapi kenapa kita mengadakan denda? Tentu untuk memperlancar sirkulasi buku, karena tanpa denda kemungkinan banyak mahasiswa yang tidak mengembalikan buku,” tambahnya.

Selain itu, jika ada mahasiswa yang merasa sudah mengembalikan buku namun denda masih berjalan, Christopher juga menjelaskan bahwa staf  perpustakaan tidak akan lepas tangan. “Harus diakui juga namanya sistem yang dioperasikan manusia pasti ada human error-nya, baik dari staf yang lupa “discard” (mengembalikan-red), maupun mahasiswa. Petugas akan melakukan pengecekan ke rak kemudian dikonfirmasi, jika bukunya sudah kembali maka akan diadakan penghapusan denda,” terang Christopher.

Mengenai sosialisasi terkait kebijakan baru ini, Ruth Christine, salah satu mahasiwa Fakultas

Layanan sirkulasi Perpustakaan UKSW lantai 4

Layanan sirkulasi Perpustakaan UKSW lantai 4

Biologi UKSW mengatakan bahwa ia belum mengetahui tentang kebijakan baru ini. Namun Christopher mengatakan, bahwa staf perpustakaan telah melakukan sosialisasi dengan membuka kanal-kanal untuk berkomunikasi dengan mahasiswa seperti melakukan count down di website perpustakaan UKSW (library.uksw.edu), memberikan halaman tentang panduan mengunakan Webopac (webopac.uksw.edu) sebagai situs untuk mengecek denda dan peminjaman buku, membuat page Facebook, dan pengumuman tempel.

Ditemui ditempat terpisah Sri Mulyaningsih, salah satu staf administrasi perpustakaan UKSW, mengatakan bahwa sekarang mahasiswa jadi lebih aktif bertanya masalah denda secara langsung, meskipun sebenarnya dengan mengunjungi situs Webopac, mahasiswa bisa secara mandiri mengecek jumlah buku yang dipinjam dan denda.

Fajar  Ardiansah, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra, angkatan 2013. Jurnalis Scientiarum.

Penyunting: Evan Adiananta Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *