Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Pentingkah Lembaga Legislatif di UKSW?

Rubrik Opini oleh

Menurut KBBI (kamus Besar Bahasa Indonesia),  legislatif adalah dewan yang berwenang untuk membuat undang-undang. Dalam tingkat pemerintahan pusat, kita mengenal lembaga legislatif seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Dalam Universitas Kristen Satya Wacana terdapat lembaga legislatif yang dikenal dengan nama Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF) di aras fakultas dan Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) di  aras universitas.

Dari nama, lembaga legislatif yang saya tulis dalam paragraf di atas terdapat kata “perwakilan” yang berarti lembaga legislatif memiliki fungsi untuk menjadi wakil rakyat dalam pemerintahan pusat.  Dalam lingkup kampus, legislatif memiliki fungsi sebagai wakil untuk mahasiswa. Kemudian, dari arti KBBI yang menyatakan legislatif adalah dewan yang membuat undang-undang. BPMU yang merupakan lembaga legislatif aras universitas menetapkan peraturan yang harus dilaksanakan oleh Lembaga Kemahasiswaan yang dikenal dengan nama peraturan BPMU (KUKM halaman 4 poin 18). Kemudian BPMF selaku lembaga legislatif di aras fakultas juga menetapkan aturan yang berlaku di BPMF, Senat Mahasiswa Fakultas (SMF), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dan Kegiatan Bakat Minat (KBM) (KUKM halaman 4 poin 20).

Itulah sekilas tentang lembaga legislatif di UKSW yang bisa saya jelaskan sebelum masuk ke inti tulisan ini. Keberadaan lembaga legislatif di UKSW terkadang tidak disadari oleh kebanyakan mahasiswa. Berbeda dengan lembaga eksekutif (Senat Mahasiswa) tanpa harus menjadi mahasiswa yang berkecimpung di Lembaga Kemahasiswaan  para mahasiswa awam pasti sudah tahu bahwa fungsi dari eksekutif adalah menjalankan kegiatan.

Ilustrasi oleh Greg Sidharta
Ilustrasi oleh Greg Sidharta

Lalu, bagaimana dengan BPMF atau BPMU? Bagi mahasiswa biasa (pasif) banyak yang tidak tahu atau mungkin lupa walau saat OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) selalu ada sesi pegenalan LK. Ada juga beberapa mahasiswa yang saya dengar dengan telinga saya sendiri mengatakan bahwa yang dia tahu tentang BPM dan senat memiliki tugas atau fungsi yang sama. Tentunya perkataan mahasiwa tersebut tidak sepenuhnya salah karena BPM dan senat juga memiliki beberapa fungsi yang sama. Fungsi ini adalah menjadi wahana bagi mahasiswa untuk berperan serta dalam mewujudkan tujuan perguruan tinggi, membina persekutuan dan persaudaraan untuk kesejahteraan mahasiswa, mempersiapkan calon pemimpin, menyalurkan aspirasi konstruktif dan bertanggung jawab, yang hidup di kalangan mahasiswa (KUKM halaman 8 pasal 11).

Kemudian bagi beberapa mahasiswa aktif (mahasiswa yang sering/pernah mengikuti kepanitiaan) menganggap bahwa legislatif (BPMF dan BPMU) adalah kumpulan orang-orang yang hanya bisa bicara saja mengenai kegiatan yang akan mereka jalankan dan hal itu juga pernah saya rasakan ketika masih menjadi bagian dari lembaga eksekutif (SMF dan SMU).

Kemudian saya bertanya-tanya, pentingkah keberadaan legislatif bagi mahasiswa UKSW? Bukankah mereka cuma bisa bicara saja tanpa bertindak, mencari-cari kesalahan panitia, mencari kesalahan eksekutif dalam memaparkan program kerjanya, suka mempersulit suatu lembaga dalam membentuk kepengurusan KBM dan sebagainya?

Akhirnya saya memutuskan untuk terjun ke dalam lembaga legislatif di periode ini (2015-2016) untuk menjawab pertanyaan dari dalam diri saya sendiri. Kemudian saya mendapati secara langsung bahwa legislatif (BPMF dan BPMU) di akhir periode bersama-sama komisi program terpilih (periode selanjutnya) memiliki tugas untuk menyusun  GBHPLK (Garis Besar Haluan Program Kerja Lembaga Kemahasiswaan). Ini sebagai acuan bagi eksekutif (SMF dan SMU) untuk membuat suatu kegiatan. Perlu diketahui GBHPLK ternyata harus menggunakan suara mahasiswa yang didapati melalui angket ataupun wawancara.

Apakah legislatif hanya sebatas itu saja? Tentunya masih banyak hal lain yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari lembaga legislatif (BPM) seperti melakukan pembelaan bagi mahasiswa baik benar atau salah, menyuarakan suara mahasiwa dan sebagainya. Dari tugas dan tanggung jawab legislatif memang tidak terlalu terlihat oleh mahasiswa biasa berbeda dengan eksekutif.

Tapi sebagai badan perwakilan mahasiswa bagi saya BPMF/BPMU tidak harus terlihat saat bekerja tapi hasilnya dapat dirasakan.  Seperti kru film, tidak harus terlihat saat bekerja, tidak perlu dapat pujian tetapi hasilnya terlihat dan dapat dirasakan. Bagi saya BPMF dan BPMU seharusnya memiliki prinsip yang sama seperti itu. Jadi, apakah penting keberadaan lembaga legislatif bagi mahasiwa? Penting! Lalu lebih penting keberadaan legislatif atau eksekutif bagi mahasiswa? Keduanya sama-sama penting.

Ada fungsi lain dari legislatif seperti mengawasi dan menilai pelaksanaan program kerja eksekutif, menyalurkan aspirasi mahasiwa. Masih banyak fungsi dan tantangan bagi legislatif yang tentunya akan menjadi panjang apabila saya sertakan dalam tulisan karena saya hanya ingin mengajak mahasiwa lain untuk berpikir mengenai penting atau tidak keberadaan dari lembaga legislatif (BPMF dan BPMU) di UKSW.

Joy Maranatha Tarigan, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Joy juga Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FKIP periode 2015-2016.

Penyunting: Pranazabdian Waskito

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas