Pampakat Salatiga Peduli Kalimantan Tengah

Browse By

Perhimpunan Alumni Mahasiswa dan Pelajar Asal Kalimantan Tengah (Pampakat) Salatiga melakukan aksi penggalangan dana, untuk bencana kabut asap di Kalimantan Tengah. Penggalangan dana diawali pada Rabu (28/10) dan bertempat di kampus UKSW. Ada sekitar 40 anggota Pampakat yang melakukan aksi  ini.

Saat ditemui SA pada hari kedua aksi penggalangan dana, di perempatan lampu merah Monginsidi (29/10), Indra Lesmana Abner, Ketua Pampakat Salatiga, mengatakan bahwa aksi ini adalah salah satu sikap kepedulian Pampakat Salatiga terhadap saudara yang berada di Kalteng dan sekitarnya. “Aksi ini adalah salah satu sikap kepedulian kami,” ujar mahasiswa FKIP ini.

Indra juga menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Rumah Singgah Oksigen. Posko Rumah Singgah Oksigen sendiri berlokasi di Universitas Kristen Palangkaraya (Unkrip).

Selama empat hari kegiatan, dana yang terkumpul mencapai 9,3 juta rupiah. Dana ini ditransfer dengan dua kali tahapan. Dana pertama ditransfer pada Kamis (29/10) dengan jumlah 3,5 juta. Kemudian tahap kedua ditransfer pada Senin (2/11) dengan jumlah 5,8 juta rupiah. Menurut Indra, 9,3 juta ini nantinya akan lebih digunakan untuk memenuhi kebutuhan masker oksigen untuk masyarakat di Kalteng.

Sedangkan Pebrina Y. Aristha, koordinator lapangan, mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya Pampakat Salatiga terkendala pada kurangnya tenaga penggalangan dana di lapangan. “Kendala yang kami temukan dalam lapangan adalah kurangya orang di lapangan,” jelas Pebrina.

Menurut Pebrina, antusiasme dari sivitas akademika UKSW dan masyarakat Salatiga begitu baik. Mengingat bencana kabut asap Kalimantan dan Sumatera ini telah merambah di sebagian wilayah Indonesia.

Billy Fredrik Sobalely, mahasiswa Fakultas Teologi, angkatan 2014. Jurnalis Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *