Dari Kaki Gunung Merbabu, Sampai Pesisir Karimunjawa

Browse By

Peserta sebelum berangkat di depan kampus. | Dok. Panitia Edutrip

Peserta sebelum berangkat di depan kampus. | Dok. Panitia Edutrip

Program Studi Destinasi Pariwisata (Despar), FTI UKSW mengunjungi Karimunjawa yang merupakan sebuah kecamatan yang berbentuk kepulauan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada 31 Oktober-3 November 2015. Ini pertama kalinya Despar mengadakan studi wisata (edutrip) dengan partisipasi dari tiga angkatan sekaligus: 2014-2012. Sebanyak 43 peserta ikut terlibat dalam wisata yang juga terdapat unsur pendidikannya ini.

Hari Pertama

Peserta berangkat dari kampus Diponegoro pukul 07.30 WIB dan sampai di Pelabuhan Kartini Jepara sekitaran pukul 09.30. Panitia membagikan tiket kepada peserta sebelum memasuki kapal.  Dengan menggunakan kapal cepat, peserta berangkat dari Pelabuhan Kartini Jepara pukul 10.00 WIB ke Pelabuhan Karimunjawa.

Barulah tiba di Karimunjawa pukul 13.00. Kemudian, rombongan diantarkan menuju ke lima penginapan yang sudah disiapkan, dan setelah itu peserta makan siang di penginapan. Selanjutnya, peserta diberikan waktu luang untuk sekedar mengelilingi Pulau Karimunjawa atau bila tidak tertarik, bisa beristirahat.

Hari Kedua

Hari kedua dibuka dengan doa pagi, dan dilanjutkan dengan sarapan. Peserta berangkat dari penginapan menuju dermaga pada pukul 08.00 untuk mengikuti tur laut yang sudah termasuk dalam paket wisata. Dari dermaga, peserta diarahkan untuk naik ke kapal tradisional untuk menyeberang ke pulau-pulau tujuan tur laut. Kapal dibawa menuju ke barat Karimunjawa.

Peserta di dermaga Karimunjawa sebelum tur laut. | Dok. Panitia Edutrip

Peserta di dermaga Karimunjawa sebelum tur laut. | Dok. Panitia Edutrip

Pertama, kapal peserta sandar di Dermaga Penangkaran Hiu Pulau Menjangan Besar. Terdapat dua kolam penangkaran yang berisi beberapa jenis hiu dan penyu. Di situ peserta dapat turun langsung ke dalam kolam penangkaran, mengambil gambar bersama hiu dan satwa laut lain yang terdapat di area penangkaran.

Setelah itu, peserta menuju Pulau Menjangan Kecil untuk snorkeling, sekaligus memotret di bawah air. Jelang siang, peserta melanjutkan perjalanan ke Pulau Cemara Kecil. Pulau Cemara Kecil sendiri merupakan pulau tak berpenghuni berpasir putih dan berair jernih. Untuk mengelilingi pulau dapat ditempuh dengan waktu 15 menit. Peserta istirahat dan makan nasi kotak di Pulau Cemara Kecil.

Perjalanan berikutnya, ke Pulau Cemara Besar untuk melakukan snorkeling kedua. Di titik ini, tidak terlalu banyak binatang laut yang terlihat, namun peserta tetap dapat menikmati panorama bawah laut yang ada. Selanjutnya peserta menuju Pantai Ujung Gelam. Di sana, peserta dapat beristirahat dan melihat pemandangan matahari terbenam. Lalu, peserta kembali menuju penginapan pada pukul 18.00.

Agenda berikutnya peserta makan malam di Kafe Ranting Bambu. Malam itu juga ada malam diskusi dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan perwakilan operator perjalanan (tour operator) yang ada di Karimunjawa.

Sarasehan.

Sarasehan.

Dalam malam diskusi tersebut membahas mengenai dampak yang ditimbulkan dari kegiatan wisata, baik dampak ekonomi, sosial-budaya, serta dampak pada kelingkungan yang dirasakan masyarakat. Berlanjut lagi dengan materi tentang pembangunan pariwisata, dan pemanfaatan teknologi dalam memasarkan pariwisata dari dua dosen pendamping Despar Edutrip dari Program Studi Destinasi Pariwisata: Christian Lilik H. dan Yerik Singgalen.

Dengan malam diskusi ini, peserta Despar Edutrip juga mendapat pengetahuan tentang realitas lapangan wisata berdasarkan pengalaman pembicara. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman untuk menanggulangi dampak negatif dari suatu kegiatan wisata. Malam diskusi ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada tiga pembicara yang hadir, dari peserta, yang diwakilkan oleh dosen pendamping. Peserta selanjutnya kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Hari Ketiga

Setelah sarapan, peserta dibawa menuju tempat outbond pantai. Tepat matahari di atas kepala, peserta makan siang di Dewadaru Resort. Setelah makan siang, peserta diberikan waktu hingga pukul 18.00 untuk wawancara atau penelitian lebih lanjut untuk melengkapi materi tugas akhir mengenai dampak pariwisata di Karimunjawa.

Menjelang malam, rombongan kembali ke Resort Dewadaru untuk sesi api unggun. Sesi api unggun tersebut juga sekaligus sebagai penutup kegiatan Despar Edutrip tersebut. Rangkaian acara hari ketiga lebih ditujukan ke arah kerja sama tim serta pengakrabkan peserta. Ada permainan singkat dan sesi berbagi kesan selama berpartisipasi dalam kunjungan lapangan. Malam api unggun tersebut ditutup dengan pertunjukkan kembang api.

Hari terakhir, dengan berjalan kaki rombongan menuju Pelabuhan Karimunjawa pada pukul 06.00 untuk perjalanan pulang dengan menggunakan kapal feri.  Peserta memasuki kapal dan berangkat sekitaran pukul 07.00.

Alunan gitar dan nyanyian dari sebagian peserta diatas kapal mengiringi perjalanan pulang. Kebersamaan selama empat hari tiga malam tersebut membawa  hasil yang luar biasa. Dari situ,  peserta dapat membaur, dapat lebih saling mengenal satu sama lain dan kedekatan dari setiap angkatan dapat tejalin.

Hari keempat, dari pesisir Karimunjawa kami kembali kaki gunung Merbabu.

Exodia Mamahit, mahasiwa Fakultas Teknologi dan Informasi, angkatan 2014. Jurnalis Scientiarum. Pelancong sekaligus fotografi, dan biasa memajang karya di Instagram @eggem_ dan @neyvm_.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *