Siapa Mau Baca Buku di Ruang Terbuka?

Browse By

Sejak 12 November 2015, salah satu bilik kosong di Selasar Kartini, Salatiga, disulap Perpustakaan dan Arsip Daerah (Persipda) Kota Salatiga menjadi Selasar Baca. Bilik-bilik kosong tersebut, sebelumnya sudah dijatah oleh Pemkot Salatiga bagi instansi pemerintahan di Salatiga.

Selasar Baca ini berkonsep “baca di tempat”. Konsep ini memfasilitasi masyarakat untuk membaca langsung buku yang ada dan dikembalikan setelah selesai dibaca. Varian bacaan—mulai dari bacaan untuk anak-anak, remaja, mahasiswa, dewasa hingga lansia tersedia di sini.

Agus Parmadi, Kepala Persipda Kota Salatiga, pada Selasa (23/11) menuturkan, latar belakang pembukaan Selasar Baca adalah untuk membiasakan gemar membaca sejak dini pada masyarakat Salatiga, ditunjang dengan nuansa perpustakaan ruang terbuka dan pilihan bacaan yang ringan. Agus mengasosiasikan konsep “baca di tempat” dengan sikap jujur dan disiplin. Menurutnya, kejujuran dan kedisplinan dapat diwujudkan lewat prosedur peminjaman dan pengembalian buku di Selasar Baca.

Agus menyampaikan, untuk fasilitas di Selasar Baca sendiri akan di tambah seiring dengan respon yang di berikan masyarakat. “Ini kan masih masa transisi, kalau sudah mulai dikenal dan banyak permintaan yang nanti saya fasilitasi, saya tambah fasilitasnya,” tutur Agus.

Titik Hidayati, salah satu penjaga Selasar Baca, menuturkan bahwa respon masyarakat akan Selasar Baca masih kurang. Persipda menargetkan 500 pengunjung untuk November 2015. Namun hingga 26 November ini, jumlah pengunjung baru menginjak 350 pengunjung.

Menurut Titik, belum banyak yang mampir untuk membaca di Selasar Baca, seringnya hanya anak-anak sekolah sekitar. Hal ini membuat Titik, kudu proaktif mengajak masyarakat yang lewat di selasar untuk mampir ke Selasar Baca. “Jadi yang lewat, saya suruh mampir,” kata Titik.

Marta Juwita, mahasiswi Fakultas Psikologi, angkatan 2014. Staf Sekretariat Scientiarum. Liputan ini dikerjakan bersama Exodia Mamahit, jurnalis Scientiarum dan Setiyono Andi, staf Bisnis Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya Nonoputra

One thought on “Siapa Mau Baca Buku di Ruang Terbuka?”

  1. Hanif Amin says:

    Menurut saya konsepnya cukup bagus.

    Tinggal bagaimana mempercantik tempat supaya lebih segar dan menambah buku bacaan yang ringan tapi berisi.

    Saya lihat minat masyarakatnya lumayan bagus. Terutama anak-anak sekolah karena buku yang dibaca kan buku ringan.

    Selain itu, tempat seperti ini juga jadi tempat yang bagus untuk meluangkan waktu saat sedang iseng, menunggu teman, dan lain sebagainya. Cukup menghabiskan barang 5 sampai 10 menit untuk membaca setelah itu bisa melanjutkan aktivitas lain.

    Maju terus Selasar Baca!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *