Kurang Biaya, Comic Tetap Adakan Pameran

Browse By

Anggota Comic sedang memasang spanduk untuk acaranya

Anggota Comic sedang memasang spanduk untuk acaranya. | dok.scientiarum.com/Andreas Reuben Oktavius

UKSW, Kamis (11/26), Comic salah satu KBM di FISKOM menggelar pameran di Student Center (SC). Pameran kali ini mengambil tema masa kanak-kanak (childhood) dengan judul “Album Sang Bocah”. Pameran ini berlangsung pada pukul 09:00 WIB hingga 16:00 WIB.

“Ingin memberikan pameran yang konseptual, bertujuan untuk membuat khalayak yang nonton bisa teringat dan bernostalgia kembali sama kehidupan kanak-kanaknya,” ungkap Sandy Cornelius, ketua acara Comic saat disinggung mengenai pemilihan tema dan judul.

“Karena masa kanak itu hal yang sangat menyenangkan. Setiap masa mempunyai kenangan tersendiri. Masa muda punya kenangan, masa kecil punya kenangan, masa tua pun tetep ada kenangan. Karena kita sudah dewasa, istilahnya sudah pada titik remaja, kita ingin mengembalikan kenangan itu lho. Oh, ini lho waktu kecil kaya gini lho,” tambah Alexio Alberto Cesar, salah satu panitia Comic.

Sandy mengakui pameran Comic kali ini tak lepas dari beberapa kendala, “dekorasi memang sederhana kan itu buatan tangan yang terbuat dari kertas yang digantung, musuhnya ya cuaca itu, resiko kalo hujan saat mulai pameran semua akan hancur cuma karena hujan. Terus kendalanya juga kekurangan orang untuk koordinasi pameran, banyak anggota Comic yang memiliki kegiatan lain, entah izin kelas atau izin rapat dan lain-lain,” jawabnya

Terdapat sarana untuk berfoto dalam acara tersebut.|dok.scientiarum.com/Andreas Reuben Oktavius

Terdapat sarana untuk berfoto dalam acara tersebut.|dok.scientiarum.com/Andreas Reuben Oktavius

“Itu soal dana dari SMF belum turun jadi kita cari dana untuk pameran ini bener-bener pakai dana sendiri dengan USDA dari nol, karena alat-alat di fakultas berbayar dan kami tidak tahu berapa kontribusinya, takutnya biaya membengkak, makanya dekorasi kami buat dengan bahan-bahan sederhana dan mudah untuk didapat agar biaya tidak membengkak,” tambahnya saat ditanyai kendala sebelum pameran berlangsung.

Dua orang pendatang sedang melihat salah satu foto didalam pameran tersebut.

Dua orang pendatang sedang melihat salah satu foto didalam pameran tersebut. | dok.scientiarum.com/Andreas Reuben Oktavius

Selain faktor tersebut, Sandy juga mengatakan jika pameran Comic kali ini tidak mendapat dukungan dari FISKOM. “tidak ada karena acara comic bertabrakan dengan Fiskom Peduli. Jadi, kegiatan kami yang awalnya terstruktur, jadi tidak terstuktur. Sudah di kasih saran untuk ganti hari tapi karena udah direncanakan dari awal, sudah di pertimbangkan, dan juga sudah di publikasikan. Kami memilih untuk tetap bertabrakan, jawabnya.”

Terlepas dari berbagai kendala yang ada, Alex Alberto Cesar mengungkapkan harapannya untuk Comic kedepannya, “semakin terkonsep benar-benar semakin matang dalam pameran jadi, terarah gitu tidak hanya sekedar kita pengen pameran tapi kita bener-bener bisa mengangkat hal yang ada dimasyarakat menjadi topik tontonan yang mendidik, tontonan yang membawa suasana melalui karya foto.”

Lidwina Milkha Handani, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi, angkatan 2014. Jurnalis Scientiarum

Penyunting: Fajar Ardiansah dan Andreas Reuben Oktavius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *