Hantu Lembayung Senja

Browse By

Seorang lelaki duduk terpaku menatap sepinya kampus
dilihatnya jam menunjukkan pukul lima lebih tiga puluh
semua hal yang direncanakannya telah pupus
semua hal yang direncanakannya dengan peluh

Kembali, ia melihat foto puan yang dipegangnya
Foto terkutuk yang selalu membuyarkan lamunannya
Puan dengan wajah syahdu yang membuatnya terpana
Puan yang membuatnya tak mampu bersenandung dalam suka

Senja membuatnya beranjak menuju peraduan
masih dia mengumpat atas apa yang terjadi
tapi di sudut matanya, ia tak mampu menghapus wajah sang puan
bahkan seakan dia melihat wajah puan dimanapun matanya pergi

Dia menemukan sosok puan di setiap langkahnya
disetiap sudut jalan yang ia lalui
disetiap tikungan yang ia lewati
seperti hantu yang terus membayanginya

lalu saat ia sampai ke tempat peraduannya,
bayangan hantu itu seakan menusuk dada dan merenggut sadarnya
bayangan hantu seorang puan yang membuat kepalanya berat
bayangan hantu yang tersenyum syahdu di sudut ruang

Malam begitu larut saat dia mencoba membuka mata
pening kepalanya saat dia mencoba duduk dalam gelap
lalu didengarnya suara lirih dari sudut ruangan
“Apa yang sebenarnya kau cari?”

Suara merdu yang membawanya kembali dalam lelap.

Tomy Yudha Baskara, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Penyair kamar dan penyuka kopi seduhan manual (manual brewing). Pegiat teater di Satya Wacana.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *