Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

ASU Lingkungan: Pohon Nggak Bisa Komplain

Rubrik Salatiga oleh

Sabtu (19/03), ASU Lingkungan kembali beraksi. Mereka turun ke jalanan kota Salatiga, mencabut paku-paku yang menancap di pepohonan. Titik cabut mereka dibagi menjadi empat lokasi: Jalan Diponegoro-Kantor Pos, Jalan Pemotongan-Wahid, Jalan Osamaliki-Lapangan Pancasila, dan Jalan Sukowati.

Relawan cabut paku yang berjumlah sekitar 50 orang, tersebar di empat lokasi tersebut. Selain cabut paku, relawan juga mengambil sampah di sepanjang rute mereka.

Aksi mereka hari itu merupakan acara penyambutan Hari Bumi, 22-24 April mendatang. Selain resik kutha (bersih-bersih kota –red), ASU Lingkungan juga menampilkan kesenian ritmis ketipung yang mengundang atensi pengguna jalan yang lewat. Malamnya, ditambah atraksi api. (Baca juga: Seni Melestarikan Alam Bersama ASU Lingkungan)

Relawan cabut paku di Selasar Kartini. | Dok.scientiarum.com/ Vincentius Wijaya Adiguna
Relawan cabut paku di Selasar Kartini. | Dok.scientiarum.com/ Vincentius Wijaya Adiguna

Erik “Akar Rumput” Darmawan, koordinator acara ASU Lingkungan, menuturkan bahwa resik kutha ini adalah wujud himbauan tertib lingkungan, jelang Pilkada 2017 di Salatiga. Mengingat, kampanye pilkada di Salatiga identik dengan penempelan foto para calon wali kota di pohon. “Jadi ini action-nya kami sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan,” ujar lelaki gimbal tersebut.

Ke depannya, Erik cs terus mengkampanyekan di media sosial perihal kelestarian lingkungan. Sebagai upaya pencegahan, ASU Lingkungan juga berkoordinasi dengan Satpol PP Salatiga, agar dapat menertibkan penempelan iklan di pohon. “Pohon nggak bisa komplain, mereka nggak bisa ngomong.  Tapi mereka andilnya besar bagi kita, ngasih oksigen ke kita. Kita yang punya akal harusnya bisa menjaga dan merawatnya, bukan menyakitinya,”  ucap Erik.

Selain ASU Lingkungan, resik kutha diikuti oleh berbagai komunitas lingkungan, Mitra Gahana UKSW, Mahesa Pala, Mitapasa IAIN Salatiga, dan Anisgading.

Axel Priya Mahardika, mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Staf Bisnis Scientiarum.

Penyunting: Arya Adikristya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas