Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

Tri Tuntutan Mahasiswa Fiskom

Rubrik Kampus oleh

Semenjak pagi hingga sore, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Mawar, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Fiskom pada Kamis (26/5). Dalam aksi itu, Kelompok Mawar memasang spanduk yang berisi tiga tuntutan terkait hal-hal yang meresahkan mahasiswa dalam setahun terakhir.

Tuntutan tersebut adalah supaya pihak fakultas menghentikan komersialisasi fasilitas mahasiswa, memberikan ruang di lantai 2 gedung J untuk organisasi mahasiswa Fiskom, dan  meminta agar mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam setiap pengambilan keputusan terkait kebijakan-kebijaan fakultas.

Dibentuk sejak awal Mei 2016 oleh kesadaran beberapa mahasiswa Fiskom, Kelompok Mawar adalah sebuah aliansi yang menjadi wadah mahasiswa dalam menyuarakan perlawanan terhadap sistem fakultas yang merugikan hak-hak mahasiswa. (Baca juga: Ketika Mahasiswa Fiskom Mengeluh di Belakang)

Membentangkan spanduk dan poster di depan kanfak. | Dok.scientiarum.com/Daniel Chrisna K.
Membentangkan spanduk dan poster di depan kanfak. | Dok.scientiarum.com/Daniel Chrisna K.

“Selain memasang spanduk, kami juga menyebarkan selebaran yang beruliskan ‘Tolak Komersialisasi Fasilitas Mahasiswa’ dan melaporkan keresahan kami kepada korbidkem, namun jika tidak ada tanggapan, mungkin kami akan datangi dekan secara paksa untuk membicarakannya langsung,” ujar Bima di tengah-tengah aksi.

Tak hanya memajang spanduk yang berisikan tiga tuntutan, Kelompok Mawar juga menggelar spanduk sebagai wadah petisi bagi mahasiswa yang mendukung aksi damai tersebut. Menjelang sore, akhirnya Kelompok Mawar mendapat tanggapan dari Elly Kudubun, korbidkem Fiskom.

Elly, yang terlibat dalam rapat penyusunan petunjuk teknis  mengatakan bahwa keputusan ditariknya biaya dalam peminjaman fasilitas kamera disebabkan banyaknya kamera yang rusak setelah dikembalikan oleh mahasiswa. Maka dari itu fakultas membutuhkan biaya tambahan untuk perbaikan dan perawatan fasilitas.

DSC_0086“Ini bukan soal bahasa komersialisasi dan lain sebagainya, tetapi karena LK adalah organisasi yang berdiri sendiri secara indenpenden, maka LK harus menyiapkan dana lebih terkait hal-hal tersebut, nanti bisa kita diskusikan lebih lanjut,” tukas Elly.

Pada hari itu, sama sekali tidak terlihat dosen yang berlalu-lalang di depan kantor fakultas, suasana aksi juga kurang mendapat perhatian dan tidak terlihat ramai, maka, pada Senin (30/5), Kelompok Mawar memutuskan untuk mengulangi aksi itu dengan memasang kembali spanduk di atas kantor fakultas.

Pandita Novella, mahasiswa Sastra di UKSW. Wartawan Scientiarum. Sering menulis parapuisi di panditanovella.com.

Penyunting: Robertus Adi Nugroho

Catatan Redaksi: Berikut ada hasil dokumentasi mahasiswa Fiskom terkait aksi Kelompok Mawar.

Selain akrab dengan Pink Floyd, telinganya juga ramah dengan Pearl Jam. Dulu memimpin redaksi di Scientiarum, sekarang mengelola panditanovella.co, mengerjakan beberapa proyek musik dan sastra.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas