Kampus Kartini, Legal Tanpa Amdal?

Browse By

Tak lama lagi, proses penambahan gedung di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) akan lekas rampung. Pembangunan gedung baru yang terletak di Jalan Kartini tersebut digarap oleh PT.INA HASTA MANDIRI. Sementara arsitek dan pola struktur awal dibuat oleh PT.POLA DWIPA.

Lahan yang telah diperluas untuk pembagunan gedung FBS ini, dulunya merupakan bagian dari Hotel Maya. Hal tersebut ditempuh karena kapasitas kampus utama sudah tidak lagi mampu menampung 14.000 mahasiswa. Selain itu, fasilitas yang mendukung kegiatan belajar-mengajar sudah ada di tempat tersebut.

Sebelum FBS bertolak ke Jalan Kartini, kepadatan lalu lintas di jalan ini cukup tinggi. Ketika ditanya tentang dampak lalu lintas, Anton Wahyana, Dekan FBS mengatakan jika kemacetan yang diakibatkan oleh satu klaster (pendidikan) itu bukan masalah, asal kemacetan itu tidak diakibatkan oleh adanya pusat perbelanjaan.

Dok.scientiarum.com/Alvadio Vicky Devara Utomo

Dok.scientiarum.com/Alvadio Vicky Devara Utomo

Teguh Wahyono, Pembantu Rektor II, menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru FBS tidak menggunakan AMDAL. Maka, untuk mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pihak kampus sudah menempuh beberapa syarat, antara lain; UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup), Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) dan izin lokasi BPN (Badan Pertanahan Nasional). “Pak Slamet adalah penguji yang memiliki sertifikasi dalam pembuatan AMDAL LALIN, sehingga syarat-syarat yang dibutuhkan untuk pembuatan IMB sudah terpenuhi” tambah Teguh Wahyono.

Teguh Wahyono mengaku jika lahan parkir mahasiswa di gedung baru FBS ini masih terbilang sempit. Namun demikian, kendala tersebut akan dicarikan solusinya setelah pembangunan Kampus Kartini selesai pada 30 November 2016.

Sebagian besar mahasiswa FBS sudah mulai berkuliah di Kampus Kartini, namun pemindahan mahasiswa FBS secara keseluruhan dimulai awal januari 2017 karena harus menunggu gedung baru siap digunakan 100 persen. Peresmian Gedung Baru rencananya akan mengundang Presiden Jokowi pada awal Desember 2016.

Dok.scientiarum.com/Alvadio Vicky Devara Utomo

Dok.scientiarum.com/Alvadio Vicky Devara Utomo

Anton Wahyana berpendapat bahwa pembangunan gedung baru FBS ini berpotensi besar untuk membuka program studi baru, termasuk program studi S2 dan S3. “Harapan saya, FBS menjadi lebih besar lagi, sehingga apa yang dibayar oleh mahasiswa bisa dikembalikan dengan bentuk sarana dan prasarana yang optimal,” imbuhnya.

Alvadio Vicky Devara Utomo, wartawan magang Scientiarum.
Redaktur: Pandita Novella  

3 thoughts on “Kampus Kartini, Legal Tanpa Amdal?”

  1. Arya Adikristya says:

    Lebih mantep kalo wawancara orang Dishub juga. Mintain pendapatnya. Soal Amdal Lalu Lintas, Dishub barangkali mengerti lebih baik.

    1. Favian Reyhanif says:

      tanya saya saja, siapa tahu saya bisa nyeleneh. *hahahaha

      1. Arya Adikristya says:

        Ha! gak lucu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *