Wacana Kritis-Prinsipil Mahasiswa UKSW & Salatiga

FEBSmart Masih Perlu Perbaikan

Rubrik Kampus oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) kini mengembangkan sistem pembelajaran berbasis dalam jaringan (daring)  bernama FEBSmart.  Beralamat situs di febsmart.uksw.edu, FEBSmart merupakan alat bantu pembelajaran di FEB, dimana mahasiswa dapat mengakses materi kuliah yang diambil, berkomunikasi dengan dosen pembimbing, serta mengadakan ujian secara daring (online). Namun dalam pengujiannya, FEBSmart masih menghadapi banyak kendala.

Ada dua uji coba yang dilakukan, yang pertama pengintegrasian Siasat dengan Febsmart. Setiap semester di FEB, ada lebih dari 15 ribu peserta kelas yang datanya diintegrasikan ke Febsmart. Menurut Yahya Edhie Nugroho, penanggung jawab teknis FEBSmart mengatakan, uji coba ini masih memiliki sedikit kendala karena format data yang dimiliki FEBSmart berbeda dengan format yang dimiliki Siasat. “Maka dari itu, cukup banyak data yang perlu diolah kembali,” ujar Yahya.

ilustrasi

Uji coba yang kedua yakni menggunakan FEBSmart untuk digunakan pada ujian daring. Dalam tahap ini, ujian daring diujicobakan dalam mata kuliah Ekonomi Internasional. Mata kuliah ini terdapat dua kelas dan menampung sekitar 200 mahasiswa.  Ujicoba daring ini, sudah terlaksana 8 Oktober silam. Namun, ujian ini juga mengalami kegagalan.

Roos Kities Andadari, dosen pengampu Ekonomi Internasional mengungkapkan bahwa mahasiswa tidak dapat mengakses soal ujian, karena jaringan terputus. Roos juga menambahkan, FEBSmart belum mampu digunakan secara optimal karena kurangnya fasilitas yang ada untuk menjalankan ujian daring tersebut. “Dengan kegagalan ujian daring kami akhirnya melakukan tes ulang secara konvensional di kelas saat mata kuliah berlangsung.” Ungkap Roos.

Kegagalan ujicoba ini dialami oleh Michael Pelafu, mahasiswa peserta mata kuliah tersebut. Dirinya menceritakan, terjadi kegagalan saat mengakses FEBSmart untuk mengikuti kuis tersebut. “Saat masih mengerjakan, tiba-tiba situsnya tidak tersambung. Akibatnya, saya tidak selesai mengerjakannya,” tutur Michael.

Hal serupa juga dialami oleh Meiliana, yang juga peserta kuis tersebut. “Saat pertama kali mengerjakan, lamannya tidak dapat dapat diakses. Saat mencobanya lagi, dikesempatan kedua,  saya hanya dapat mengerjakan 20 dari 40 soal yang diberikan,” ungkapnya.

Yahya, saat ditemui di kantornya mengatakan, kegagalan saat ujicoba ujian daring ini akibat belum mampunya peladen (server) milik FEB menampung banyaknya pengakses situs. Faktor lainnya ialah masih belum stabilnya jaringan internet yang dimiliki UKSW. “Karena FEBSmart ini menggunakan jaringan uksw.edu,“ kata Yahya, yang saat itu menggunakan kemeja putih.

FEBSmart mulai dirintis sejak 2014 oleh penggagasnya, Hari Sunarto, yang saat itu menjadi Dekan FEB. Bersama beberapa rekannya, FEBSmart dibuat untuk mendekatkan mahasiswa dengan dosen melalui dunia maya di zaman modern. Menurut Hari, FEBSmart terinspirasi dari aplikasi buatan Google, yakni Google Classroom.

Hari mengatakan jika masalah teknis sudah dapat diselesaikan, FEBSmart dapat diakses baik di dalam ataupun di luar kampus. Karena bukan hanya melakukan pengaturan peladen dan koneksi tetapi juga software yang digunakan. Target FEBSmart bisa digunakan dengan stabil mulai awal tahun ajaran 2017.

Kiptya Nur Astari, wartawan magang Scientiarum
Redaktur: Robertus Adi Nugroho

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Geser ke Atas